RICE BURGERS
------------

4 tbsp. cooked brown rice
1 tsp. parsley
4 tbsp. grated carrot
1/8 tsp. salt
1/8 tsp. pepper
1/8 tsp. garlic powder
2 tsp. flour
1 beaten egg

Make patties. Fry in buttered fry pan on both sides.

Artikel: Bisakah Serikat Pekerja Menjadi Mitra Bagi Manajemen?

Diperusahaan anda ada Serikat Pekerja? Aih, pertanyaan macam apa itu? Bertanya seperti itu hukumnya tabu. Mengapa? Karena frase ’Serikat Pekerja’ sering menjadi alergen bagi perusahaan. Disisi lain, pendirian sebuah Serikat Pekerja sering bertujuan untuk menandingi Manajemen. Sehingga, tidak aneh jika Manajemen tidak menyukai sepak terjang Serikat Pekerja, sebaliknya Serikat Pekerja sering menaruh curiga kepada Manajemen. Jikapun tidak semuanya, namun disebagian besar perusahaan hubungan antara Serikat Pekerja dengan Manajemen tidak jauh-jauh dari nafas saling curiga itu. Pertanyaannya kemudian adalah; bisakah Serikat Pekerja menjadi mitra bagi Manajemen?



Di sekitar rumah tinggal saya ada beberapa ekor kucing berkeliaran. Sedangkan beberapa tetangga saya memelihara anjing, sehingga anjing dan kucing itu setiap hari bertemu. Anehnya, saya tidak pernah melihat kucing bertengkar dengan anjing. Padahal, para orang tua jaman dulu memiliki istilah; ”seperti kucing dengan anjing”, untuk menggambarkan orang-orang yang tidak pernah bisa akur. Alasannya karena, jaman dahulu kala; kucing tidak pernah bisa berdamai dengan anjing. Setiap kali mereka bertemu, sang anjing menggonggong dengan nada mengancam, dan sang kucing mengeong dengan intonasi membangkang. Tetapi, rupanya dijaman ini kaum kucing sudah bersepakat dengan bangsa anjing untuk tidak lagi memperpanjang persetruan itu. Sehingga mereka bisa menjalani hidup masing-masing tanpa harus saling menyerang. Oleh karenanya, kita menyaksikan perdamaian dan harmoni begitu indah yang bisa mereka bangun.



Jika kucing dengan anjing bisa berdamai seperti itu, apakah Serikat Pekerja dan Manajemen bisa hidup berdampingan? Sesuai pengertian dasarnya Serikat Pekerja merupakan wadah bagi seluruh pekerja. Oleh karenanya, Serikat Pekerja berperan dalam proses mediasi dan advokasi, jika terjadi perselisihan antara karyawan dengan Manajemen sebagai manifestasi perusahaan. Karyawan mana yang patut difasilitasi dan diadvokasi oleh Serikat Pekerja? Karyawan ya karyawan. Mengapa mesti ditanya karyawan di level mana? Siapapun dia, selama statusnya karyawan, ya layak dilindungi dan diadvokasi.



Pertanyaannya kemudian adalah, jika permasalahan itu dialami oleh karyawan di level Direktur, apakah Serikat Pekerja masih mempermasalahkan level status? Tentu tidak. Sebab, Sang Direktur itupun statusnya karyawan juga. Sehingga, Serikat Pekerja memiliki kewajiban untuk memfasilitasi dan mengadvokasi. Jika Serikat Pekerja menolak untuk mengadvokasinya, maka itu berarti Serikat Pekerja melanggar fitrahnya sendiri. Sebaliknya, sebagai bagian dari struktur Manajemen, Direktur tersebut merupakan manifestasi dari perusahaan dimana setiap keputusan yang diambilnya berkaitan dengan kepentingan karyawan. Jika sang Direktur membuat kebijakan yang merugikan karyawan, maka dia mengingkari statusnya sendiri sebagai karyawan. Lebih dari itu, perusahaan juga rugi jika karyawannya tidak diperlakukan dengan baik, karena kita semua tahu bahwa karyawan adalah salah satu aset terpenting bagi perusahaan. Merugikan karyawan berarti merusak aset perusahaan.



Dari kedua sudut pandang ini, kita bisa melihat betapa Serikat Pekerja dengan Manajemen itu memiliki keterkaitan yang tidak bisa dilepaskan. Jika saja keduanya bisa belajar dari kucing dan anjing, boleh jadi mereka bisa menemukan fakta baru bahwa; Serikat Pekerja adalah mitra bagi Manajemen untuk memajukan perusahaan. Jika Manajemen bersungguh-sungguh memperjuangkan kepentingan perusahaan, tidaklah mungkin merendahkan karyawan. Dan jika Serikat Pekerja bersungguh-sungguh melindungi kepentingan karyawan; tidak mungkin menjadi duri bagi perusahaan. Sebab, maju dan tidaknya sebuah perusahaan sangat ditentukan oleh kinerja karyawan. Dan sejahtera atau tidaknya setiap karyawan, sangat ditentukan oleh kinerja perusahaan. Karena, antara perusahaan dan karyawan; sama sekali tidak bisa dipisahkan.



Apakah itu mungkin? Jaman dahulu, nyaris tidak mungkin mengharapkan anjing berdamai dengan kucing. Jaman ini, kita lebih sering melihat orang bertengkar di televisi daripada anjing yang berantem dengan kucing. Jadi, Serikat Pekerja bukan sekedar bisa berdamai dengan Manajemen, bahkan bisa menjadi Mitra. Syaratnya tidak ruwet-ruwet, yaitu; kedua belah pihak memperbaiki ’itikad’. Pendirian dan pengelolaan Serikat pekerja mesti dengan itikad untuk memajukkan karyawan dan perusahaan. Dan kebijakan yang diambil oleh Manajemen harus didasarkan kepada kepentingan perusahaan dan karyawan.

Kuhantarkan bak di pelataran

Hati yang temaran

Matamu juga mata mataku

Ada hasrat yang mungkin terlarang

*

Satu kata yang sulit terucap

Hingga batinku tersiksa

Tuhan tolong aku jelaskanlah

Perasaanku berubah jadi cinta

Reff :

Tak bisa hatiku merapikan cinta

Karena cinta tersirat bukan tersurat

Meski bibirku terus berkata tidak

Mataku terus pancarkan sinarnya

Kudapati diri makin tersesat

Saat kita bersama

Desah nafas yang tak bisa teruskan

Persahabatan jadi cinta

Back To *

Back to Reff

Reff:

Apa yang kita kini tengah rasakan

Mengapakah kita coba persatukan

Mungkin cobaan untuk persahabatan

Atau mungkin sebuah takdir Tuhan


Koleksi Zigas yang lain.
Mp3 Download & Lirik Lagu Zigaz – Sahabat Jadi Cinta
Gambar Artis Indonesia

Berapa Lama Lagi Waktu Yang Kita Miliki?

Ada orang yang mengira bahwa; tahu kapan akan mati itu lebih baik daripada tidak tahu. Makanya, banyak orang yang bersyukur ketika dokter mengatakan kepadanya bahwa umurnya mungkin hanya tinggal beberapa bulan lagi saja. Ada juga orang yang lebih suka tidak tahu. Sehingga ketika dokter bilang ”Umur Anda tinggal sekitar tiga bulan lagi,” langsung dilanda depresi. Jika anda boleh memilih; apakah anda lebih suka diberi tahu kapan akan meninggal, atau dibiarkan tidak tahu seperti yang lazimnya terjadi?



Dalam beberapa hari terakhir ini, saya seolah dikelilingi oleh kematian. Maksud saya; dalam rentang waktu yang singkat, beberapa orang disekitar saya atau mereka yang terhubung ke sekitar saya meninggal dunia. Dua orang tetangga saya. Saudara dekat istri saya. Petugas satpam di RT saya. Mertua ipar saya. Ibu kandung petugas penagih iuran RT saya. Dan salah satu sesepuh keluarga istri saya. Entah mengapa kok rasanya mereka yang meninggal disekitar saya dalam tempo singkat itu begitu banyak. Entah karena memang sedang banyak yang meninggal disekitar saya, atau karena saya memberi perhatian agak berlebihan. Tetapi apapun itu, serasa saya diingatkan bahwa; ”saya juga akan mati”. Kapan? Entahlah. Saya tidak tahu.



Diam-diam saya mengagumi Tuhan yang memilih untuk memberitahu orang-orang tertentu tentang kematiannya. Sehingga ada orang yang ’merasa’ akan meninggal hari Jumat. Lalu, ketika benar-benar meninggal pada hari Jumat itu, wajahnya seolah tengah tersenyum dalam tidurnya yang pulas. Saya juga mengagumi Tuhan yang memilih tidak memberi tahu orang tentang jadwal kematiannya, sehingga orang yang beberapa hari sebelumnya segar bugar, tiba-tiba dikabarkan telah tiada. Dengan begitu Tuhan semakin menegaskan bahwa Dia memegang hak prerogatif untuk memutuskan apakah Dia memberitahu seseorang tentang kematiannya atau tidak.



Sekarang, mari kita andaikan ini adalah hari terakhir dalam hidup kita. Apa yang akan kita lakukan dihari terakhir ini? Anda tidak perlu merasa tertekan dengan pernyataan saya ini, karena seperti yang saya bilang; ini hanya sekedar berandai-andai saja. Andai ini adalah hari terakhir dalam hidup kita, bersediakah kita untuk mempersembahkan hal terbaik dalam hidup kita? Rasanya, terlalu beresiko untuk mengatakan ’tidak’, ya? Karena, kalau kita tidak melakukan hal terbaik dari apa yang kita miliki dihari terakhir dalam hidup kita ini; kapan lagi?



Oleh karena itu, hari ini mungkin kita bersedia untuk menghentikan perilaku-perilaku negatif yang biasa kita lakukan dimasa lalu. Dan hari ini, kita hanya akan melakukan hal-hal yang kita yakin Tuhan menyukainya. Karena Tuhan suka kita memperlakukan orang lain dengan baik, hari ini kita akan memperlakukan orang lain dengan baik. Karena Tuhan senang kepada orang-orang yang memaafkan, maka hari ini, kita memaafkan orang-orang yang pernah berbuat salah kepada kita. Dan karena Tuhan sayang kepada orang-orang yang mensyukuri semua anugerah yang telah diberikan-Nya, maka hari ini; kita akan menggunakan semua anugerah Tuhan itu, untuk kebaikan semata.



Hari ini, mungkin hari terakhir kita bekerja. Sehingga, kita ingin mempersembahkan hasil karya terbaik saja. Sifat menunda-nunda, tidak lagi bisa diterima. Karena kalau hari ini kita tunda, tidak ada lagi kesempatan untuk melakukannya. Ini adalah hari terakhir kita. Semua kolega dilayani dengan baik. Semua file penting, dipersiapkan. Semua pekerjaan penting, diselesaikan. Semua tanggungjawab, ditunaikan.



Jika ada orang yang menyakiti kita hari ini, tidak lagi kita masukkan kedalam hati. Karena, dihari terakhir dalam hidup ini kita ingin membawa hati ini dalam keadaan ringan lagi bersih. Tidak ada noda kekesalan. Tidak ada nada kemarahan. Dan tidak ada dendam. Agar dihari terakhir ini, kita memiliki hati yang tentram. Lalu dengan hati yang tentram itu kita diijinkan menghadap Tuhan. Kiranya Tuhan berkenan menyambut kepulangan kita, dan berkata;”Wahai jiwa yang tenang. Terbanglah kepelataran yang diberkahi Tuhan. Bergabunglah dengan hamba-hamba yang rela dan direlakan. Dan masuklah, kedalam surga yang sudah dipersiapkan. ......”.

Artikel: Kapan Kita Boleh Menyerah?

”Habis gelap, terbitlah terang,” demikian Ibu Kartini memesankan. Setiap situasi sulit, pasti ada akhirnya. Masalahnya, kita sering tidak tahu kapan kesulitan itu akan berakhir sehingga tidak mudah untuk memutuskan apakah harus menyerah dan berhenti sampai disini saja, ataukah kita mesti bertahan ’sebentar’ lagi? Jika berhenti, boleh jadi kita kehilangan momentum karena bisa saja sebenarnya kita sudah berada pada ’detik-detik’ menjelang akhir itu. Tapi, kalau harus terus, sampai kapan?



Anda tentu tahu bahwa kemajuan teknologi memungkinkan kita menggunakan ban mobil tanpa ban dalam. Ban sejenis itu bernama ’Tubeless Tyre’. Namun, lidah ketimuran kita lebih mudah menyebutnya sebagai ban cubles, alias ban tanpa ban dalam. Kekaguman saya terhadap ban cubles seolah tidak pernah habis-habisnya. Pertama karena dia mengajari kita untuk mengubah paradigma. Semula, yang namanya ban, ya mutlak mesti ada ban dalam. Jadi, tanpa ban dalam, ban tidak bisa dipompa. Ban cubles mengenalkan kita kepada paradigma baru bahwa tanpa ban dalam pun ternyata kita bisa mendapatkan fungsi ban sebagaimana mestinya.



Jika hari ini kita bisa mengubah paradigma tentang ban yang ternyata tidak harus selalu memiliki ban dalam, mungkinkah kita juga mengubah paradigma kita tentang hidup? Misalnya, kita sering percaya bahwa untuk bisa berhasil kita mesti memiliki ’ini dan itu’. Tanpa semua ’ini dan itu’ itu, tidaklah mungkin kita berhasil. Jika hingga saat ini kita belum juga berhasil, barangkali bukan karena kita tidak memiliki ’ini dan itu’ itu. Sebab, ban cubles itu sudah menunjukkan bahwa tanpa ban dalam pun dia tidak kehilangan fungsinya sebagai ban. Boleh jadi, paradigma lama telah menjadikan pandangan kita agak gelap. Sehingga kita tidak melihat kemungkinan lain untuk berhasil, selain semua ’keharusan’ dan ’persyaratan’ yang kita buat sendiri itu.



Kekaguman saya berikutnya pada ban cubles adalah pada daya tahannya. Beberapa kali ban mobil saya terkena paku. Namun, ban cubles itu tidak pernah mengecewakan saya. Jika ban tradisional terkena paku, maka pada detik itu juga akan langsung gembos. Dia bisa meledak dengan bunyi yang sanggup menggetarkan jantung hingga nyaris copot. Bahkan, jika itu terjadi disaat kendaraan melaju kencang, bisa menyebabkan kecelakaan. Tapi, ban cubles tidak demikian. Seperti yang saya alami dimusim liburan tahun ini. Saya sedang berada diluar kota ketika mendapati ban mobil kami kempes. Karena kebanyakan orang sedang mudik, maka sebagian besar tambal ban pada tutup. Ketika ada satu yang masih buka, saya tidak bisa berharap banyak karena perlengkapan yang dimilikinya tidak memungkinkan untuk membongkar ban. Praktis yang bisa dilakukannya hanya menambah angin saja. Dengan ijin Tuhan, saya berhasil menyelesaikan perjalanan sekitar 200 kilometer dengan nyaman dan aman.



Keesokan harinya, saya membongkar ban itu. Benar saja, ada paku ulir yang tertancap disana. Saya kagum karena ban cubles itu tidak langsung meledak saat tertusuk paku. Saya lebih kagum lagi karena ada paku lain yang menancap dibagian lainnya. Bahkan terkena dua paku pun dia tidak mengeluh. Dan saya lebih kagum lagi karena ternyata ada satu paku lainnya lagi yang menghunjam kedalam ban itu. Saya tidak habis pikir, bagaimana ban itu bisa bertahan sedemikian kuatnya padahal kedalam tubuhnya ditancapkan tiga buah paku tajam.



Ketahanan semacam ini yang barangkali jarang dimiliki oleh manusia seperti kita. Kita sering terlalu cengeng untuk bisa memendam rasa pedih dan perih ini. Lalu memilih untuk berhenti daripada terus berlari seiring dengan perputaran roda kehidupan ini. Sedangkan ban cubless itu. Dia bertahan dalam nyeri itu sedemikian tenangnya sehingga dalam keadaan terluka oleh tiga buah pakupun tiada mengeluh. Dia tidak mejerit-jerit. Dia tidak beteriak-teriak, apalagi sampai meledak. Dengan tubuh penuh luka itu, dia tabah memikul beban dipundaknya, kemudian terus berlari mengimbangi gerakan roda-roda lainnya.



Mari sekali lagi kita bandingkan, apakah sikap kita lebih mirip ban tradisional yang langsung gembos ketika tertusuk paku kecil sekalipun. Lalu merengek mogok dan meminta berhenti. Atau, mungkin kita sudah memiliki ketangguhan. Katabahan. Dan ketahanan tingkat tinggi seperti yang dimiliki oleh ban cubles itu. Memang. Kita tidak pernah tahu kapan terang itu akan terbit. Seperti halnya kita tidak tahu, kapan tempaan ini akan berakhir dalam penyelesaian yang indah. Namun, jika kita memiliki sikap seperti ban cubles itu; setidak-tidaknya, kita tidak mudah dibuat menyerah. Ban cubles itu baru akan menyerah setelah tak ada lagi udara yang sanggup ditahannya didalam. Seolah dia berprinsip; ”sampai tetes udara penghabisan.” Seperti semboyan yang selalu dikatakan para pejuang sejati:”sampai titik darah penghabisan.” Sehingga, selama hayat masih dikandung badan, mereka tidak akan berhenti berjuang.



Andai saja kita bisa meniru ban cubles itu. Mungkin, kita bisa menjadi pribadi-pribadi yang tangguh. Dengan sikap tidak mudah menyerah itu, kita mempunyai peluang untuk tiba diakhir gelap, agar bisa menikmati terang. Sebab, sehabis gelap, terbitlah terang. Karena dalam setiap kesulitan, selalu ada kemudahan. Mudah-mudahan.
Mau coba?? gini Caranya:

1. kamu masuk ke sini :
http://www.xpango.com/?ref=91972897


2. Klik gratisan apa yang kamu mau (ga cuman HP, ada iPod, ada game machine kaya OX,

Nintendo DS, PSP, dll) pokoknya keren dah...

3. klick free gaming console,...Trus kamu sign up (gratis kok) << klik REGISTER NOW >>

bagian bawah!
Isi alamat selengkap-lengkapnya (takut nyasar) he..he..

4. Pas pengisiian kotak terakhir,, ada REFFERAL ID

5. isi refferal id dgn :91972897
6. INGAT...91972897 (Jangan sampe salah)

Nanti akan ada email konfirmasi ke email kamu yg jg ngasih refferal number buat kamu.

setelah itu kirim pesan ini ke temen2mu dan ganti id refferal dengan id-mu

Makin byk temen yg loe ajak gabung, makin byk point yg kamu dpt dan ketika kamu dapetin

jumlah point yg sesuai dgn hadiah / hp yg kamu minta, bakalan dikirim tuh Hp/iPod/Gadget ke

alamat kamu..

sbg contoh, iPod 80GB nilainya 16 point, jd kalo kamu bisa ajak 16 temen buat register aja,

dpt deh tuh Hp.. asik kan? Coba deh, ga ada ruginya koq..
Kan, ga bayar sama sekali...
gampang kok.....
gabung y.......... ^^
mumpung di indonesia masih sedkit...

Pihak mereka memberi kesempatan untuk komunitas kita. Untuk itu mereka memohon Anda untuk

gabung, dan tanpa bayar sepeserpun.

Selamat Bergabung dan terimakasih.
www.xpango.com
Sumber: www.xpango.com


www.xpango.com
Sumber: www.xpango.com
www.xpango.com
Sumber: www.xpango.com

GULE KAMBING

BAHAN: 1 kg dgng kambing dipotong2, 6 siung bwng pth diiris tps, 8 btr bwng merah diiris tps,5 cm kayu manis,4 btr cengkeh,2 buah pekak,5 btr kapulaga, 500ml air, 2 buah tomat,iris2, 100ml susu evaporated, 3 sdm minyak.
Bumbu halus : 1/2sdt jinten,1sdt adas, 2sdm ketumbar semuanya disangrai,3 siung bwng pth,10 btr bwng merah,2 cm jahe,1cm kunyit,10 cabe merah, 1sdm garam.
CARA MEMBUAT: Panaskan minyak,tumis bwng sisir hingga layu,tambahkan bumbu halus, kayu manis, cengkeh,pekak dan kapulaga, adukhingga harum.masukkan potongan daging,aduk hingga berubah warna. tuang air secukupnya, masukkan susu dan tomat,masak terus hingga tomat hancur, daging lunak dan kuah kental. angkat. Sajikan dgn roti jala.