Adab seorang muslim di jalan

Sdh menjadi fitroh setiap org utk menjaga kehormatan & kewibawaan, adlh tdk duduk2, nongkrong & ngerumpi di pinggir jalan. Kenyataan, kita saksikan di zaman skrg ini byk org yg menghabiskan waktunya utk nongkrong di jln, terutama sekali di malam hari. Hal spt ini tdk layak di lakukan. Rosululloh jauh2 hari tlh memperingatkan umatnya agar meninggalkan duduk2 di jln. Dan seandainya memang terpaksa, maka harus memenuhi hak2 jln. Dari Abu Sa'id al Khudri dia berkata : "Jauhilah oleh kalian duduk2 di jalan2." Mrk (para sahabat) berkata : "Kami tdk bisa meninggalkanya, sesungguhnya itu adlh tmpt kita bercakap2." Kemudian Rosululloh bersabda : "Jika kalian tdk bisa meninggalkanya, maka penuhilah hak2 jalan." Mrk bertanya : "Apa saja yg termasuk hak jalan ?" Rosululloh menjawab : "Menahan pandangan, menyingkirkan gangguan, menjawab salam, beramar ma'ruf (memerintah yg baik), dan nahi munkar (mencegah yg jelek)." (HR. Bukhori 2465)
Adab2 seorang muslim di jalan :
- Berjalan dgn sikap wajar & tawadhu' (merendahkan diri) yakni tdk berlagak sombong, memalingkan muka atau semisalnya, krn itu di larang oleh Alloh azza wa jalla dlm al Qur'an (Qs. Luqman 18-19)
- Memelihara pandangan mata, baik laki2 maupun perempuan, krn Alloh azza wa jalla berfirman dlm al Qur'an (Qs. An Nur 30-31)
- Tdk mengganggu, yaitu tdk membuang kotoran atau sisa makanan di tmpt lalu lalang manusia.
Rosululloh bersabda yg di riwayatkan oleh Abdulloh bin Umar :
"Almuslimu man salamal muslimuuna min lisanihi wayadihi" (yg artinya : org muslim adlh org yg kaum muslim merasa slmt dari gangguan lisan &
Tanganya) (HR. Bukhori 11, Muslim 42)
- Tdk buang hajat di tmpt org berlalu lalang & berteduh. Dalil dari (Qs al Ahzab 56)
- Menyingkirkan gangguan di tengah jalan (slh satu cabang dari iman yg paling rendah)
- Membantu org lain menaikan barang ke kendaraanya
- Beramar ma'ruf nahi munkar
- Menunjukan org tersesat (salah jalan) memberikan bantuan kpd org yg membutuhkan & menegur org yg berbuat keliru
- Wanita hendaknya berjalan di tepi jalan ketika berjumpa dgn laki2
- Tdk mengebut ketika berkendara, khususnya di jalan yg ramai di penuhi oleh para pejalan kaki.
Wahai saudaraku, demikianlah beberapa adab bagi seorang muslim di jalanan, insya Alloh bermanfaat bagi kita semua, amin...!

Puasa Menghancurkan Kesombongan

Puasa yang dilakukan dengan benar sesuai tuntunan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam mampu menghancurkan nafsu-nafsu jahat dan meruntuhkan kesombongan sehingga menjadi tunduk kepada kebenaran dan rendah hati kepada sesama, karena banyak makan, minum dan berhubungan suami isteri membawa kepada sifat sombong, congkak, mau menang sendiri dan merasa tinggi atas orang lain dan tidak mau menerima kebenaran.

Ketika seseorang bernafsu untuk makan, minum dan berhubungan suami isteri maka dia akan berusaha untuk memenuhinya, dan apabila telah mampu mendapatkannya dan memenuhinya maka akan timbul perasaan bangga yang tercela yaitu yang berdampak kepada kecongkaan dan kesombongan yang semua itu menjadi penyebab kebinasaannya.
Jadi, diantara hikmah puasa adalah menghancurkan kesombongan sehingga seseorang menjadi tawadhu’ dan rendah hati. Allah dan juga manusia membenci orang-orang yang sombong dan mencintai orang-orang yang tawadhu’ dan rendah hati.


http://www.kajianislam.net/modules/wordpress/2009/08/27/puasa-menghancurkan-kesombongan-2/

Keutamaan (Keistimewaan) Wudhu'

Dari Abu Hurairah Radliyallahu Anhu ia berkata telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam :" maukah aku tunjukkan kepada kalian beberpa hal yang dengan itu Allah kan menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat kalian?". "Mau ya Rasulallah". Ujar mereka. Sabda beliau:"Yaitu menyempurnakan wudhu' ketika dalam keadaan sulit(3), sering melangkah menuju ke mesjid dan menunggu sholat setelah selesai mengerjakan Sholat(4), yang demikian itu adalah perjuangan (ribath)(5), perjuangan, perjuangan". (Shahih HR. Muslim, I:151 dan lainnya, Lihat Mukhtashar Muslim, no 133.)

Dari Abu Hurairah Radliyallahu 'Anhu bahwasannya Rasulallah Shallallahu 'Alahi wa Sallam bersabda:"Apabila seorang hamba muslim berwudhu', lalu ia mencuci wajahnya, maka akan keluar dari wajahnya setiap dosa yang ia pernah melihat(yang haram) dengan matanya bersama dengan air atau bersama dengan tetesan yang terakhir. Bila ia mencuci kedua tangannya, keluar dari tangannya setiap dosa yang pernah dilakukan oleh tangannya bersamaan dengan air atau tetesan air yang treakhir. Dan bila ia mencuci kedua kakinya, akan keluar dosa-dosa yang dilakukan oleh kedua kakinya bersamaan dengan air atau barsamaan dengan tetesan air yang terakhir, hingga ia keluar dalam keadan bersih dari dosa" (Shahih HR. Muslim, I:148 dan lainnya).

Dari Abu Hurairah Radliyallahu 'Anhu bahwasannya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa sallam ketika datang ke pemakaman beliau mengucapkan "Assalamu'alaikum daar qaumi mu'minin. Wa Insya Allah bikum 'an qariibin laa hiquun"(Kesejahteraan kepada kamu wahai penghuni perkampungan kaum mu'minin, dan insya Allah tidak lama lagi kami akan menyusul kamu). Alangkah inginnya hatiku ketika hendak melihat saudara- saudaraku!. Para shahabat berkata:" Bukankah kami ini saudara-saudara engkau ya Rasulullah?" Sabda beliau :" Kalian ini para shahabatku, adapun saudara-saudaraku adalah orang yang belum muncul". Mereka bertanya:"Bagaimana engkau dapat mengetahui keadaan umat yang belum muncul itu ya Rasulullah ?" Jawab beliau :" bagaimana pendapat kalian bila umpamanya seseorang mempunyai kuda berwarna putih cemerlang yang pada dahi dan kakinya yang berada ditengah-tengah kuda yang berwarna hitam pekat, tidakkah ia dapat mengenali kuda itu.?". Dapat ya Rasulullah". Ujar mereka. Kata Beliau "Demikianlah halnya mereka itu, mereka datang dalam keadaan putih cemerlang bertanda dengan wudhu' sedangkanaku menjadi perintis mereka menuju telaga. Ketahuilah sesungguhnya ada beberapa orang yang ditolak masuk telaga seperti onta sesat yang diusir, aku menyeru mereka: mari ke sini". Lalu dikatakan:"Sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang menyelewang sepeninggalmu, maka aku katakan (kalau begitu) celaka, celaka mereka" ( Shahih HR. Muslim,1:150). Lihat Mukhtashar Shahih Muslim no 1296. sumber : artikel kiriman akh luthfi
" Tata-Cara Berwudhu "
Oleh : Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin

Bismillahirrahmanirrahim.

Apabila seorang muslim mau berwudhu, maka hendaknya ia berniat di dalam hatinya, kemudian mem-baca Basmalah, sebab Rasulullah bersabda:

"Tidak sah wudhu orang yang tidak menyebut nama Allah" (1). Dan apabila ia lupa, maka tidaklah mengapa.

- Kemudian disunnahkan mencuci kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali sebelum memulai wudhu.

- Kemudian berkumur-kumur (memasukkan air ke mulut lalu memutarnya di dalam dan kemudian membuangnya).

- Lalu menghirup air dengan hidung (mengisap air dengan hidung) lalu mengeluarkannya.

- Disunnahkan ketika menghirup air di lakukan dengan kuat, kecuali jika dalam keadaan berpuasa maka ia tidak mengeraskannya, karena di-khawatirkan air masuk ke dalam tenggorokan. Rasulullah bersabda:

"Keraskanlah di dalam menghirup air dengan hidung, kecuali jika kamu sedang berpuasa". (2)

- Lalu mencuci muka. Batas muka adalah dari batas tumbuhnya rambut kepala bagian atas sampai dagu (Gambar 3), dan mulai dari batas telinga kanan hingga telinga kiri. (Gambar. 3).

- Dan jika rambut yang ada pada muka tipis, maka wajib dicuci hingga pada kulit dasarnya. Tetapi jika tebal maka wajib mencuci bagian atasnya saja, namun disunnahkan mencelah-celahi rambut yang tebal tersebut. Karena Rasulullah selalu mencelah-celahi jenggotnya di saat berwudhu. (3)

- Kemudian mencuci kedua tangan sampai siku, karena Allah berfirman : "dan kedua tanganmu hingga siku". (4).

- Kemudian mengusap kepala beserta kedua telinga satu kali, dimulai dari bagian depan kepala lalu diusapkan ke belakang kepala lalu mengemba-likannya ke depan kepala.

Setelah itu langsung mengusap kedua telinga dengan air yang tersisa pada tangannya.

- Lalu mencuci kedua kaki sampai kedua mata kaki, karena Allah berfirman: "dan kedua kakimu hingga dua mata kaki". (5). Yang dimaksud mata kaki adalah benjolan yang ada di sebelah bawah betis.Kedua mata kaki tersebut wajib dicuci berbarengan dengan kaki.

- Orang yang tangan atau kakinya terpotong, maka ia mencuci bagian yang tersisa yang wajib dicuci. Dan apabila tangan atau kaki-nya itu terpotong semua maka cukup mencuci bagian ujungnya saja.

Setelah selesai berwudhu mengucapkan : (6)

"Aku bersaksi bahwa sesungguhnya tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang bertobat dan jadikanlah aku sebagai bagian dari orang-orang yang bersuci".

- Ketika berwudhu wajib mencuci anggota-anggota wudhunya secara berurutan, tidak menunda pencucian salah satunya hingga yang sebelum-nya kering.

- Boleh mengelap anggota-anggota wudhu seusai berwudhu.

Sunnah wudhu:

Disunnatkan bagi setiap muslim menggosok gigi (bersiwak) sebelum memulai wudhunya, karena Rasulullah bersabda : (7)
"Sekiranya aku tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintah mere-ka bersiwak (menggosok gigi) setiap kali akan berwudhu".

Disunnatkan pula mencuci kedua telapak tangan tiga kali sebelum berwudhu, sebagaimana disebutkan di atas, kecuali jika setelah bangun tidur, maka hukumnya wajib mencucinya tiga kali sebelum berwudhu. Sebab, boleh jadi kedua tangannya telah menyentuh kotoran di waktu tidurnya sedangkan ia tidak merasakannya. Rasulullah bersabda:
"Apabila seorang di antara kamu bangun tidur, maka hendaknya tidak mencelupkan kedua tangannya di dalam bejana air sebelum mencu-cinya terlebih dahulu tiga kali, karena sesungguhnya ia tidak me-ngetahui di mana tangannya berada (ketika ia tidur). (8)

Disunnatkan keras di dalam meng-hirup air dengan hidung, sebagaimana dijelaskan di atas.

Disunnatkan bagi orang muslim mencelah-celahi jenggot jika tebal ketika membasuh muka (sebagaiman dijelaskan di muka).

Disunnatkan bagi orang muslim mencelah-celahi jari-jari tangan dan kaki di saat mencucinya, karena Rasulullah bersabda:
"Celah-celahilah jari-jemari kamu". (9)

Mencuci anggota wudhu yang kanan terlebih dahulu sebelum mencuci anggota wudhu yang kiri. Mencuci tangan kanan terlebih dahulu kemudian tangan kiri, dan begitu pula mencuci kaki kanan sebelum mencuci kaki kiri.

Mencuci anggota-anggota wudhu dua atau tiga kali dan tidak boleh lebih dari itu. Namun kepala cukup diusap tidak lebih dari satu kali usapan saja.

Tidak berlebih-lebihan dalam pema-kaian air, karena Rasulullah berwudhu dengan mencuci tiga kali, lalu bersabda : (10)
"Barangsiapa mencuci lebih (dari tiga kali) maka ia telah berbuat kesalahan dan kezhaliman".
Hal-hal Yang Membatalkan Wudhu:

Wudhu seorang muslim batal karena hal-hal berikut ini :

Keluarnya sesuatu dari qubul atau dubur, baik berupa air kecil atau- pun air besar.

Keluar angin dari dubur (kentut).

Hilang akalnya, baik karena gila, pingsan, mabuk atau karena tidur yang nyenyak hingga tidak menya-dari apa yang keluar darinya. Adapun tidur ringan yang tidak menghilangkan perasaan, maka tidak membatalkan wudhu.

Menyentuh kemaluan dengan tangan dengan syahwat, apakah yang disentuh tersebut kemaluan-nya sendiri atau milik orang lain, karena Rasulullah bersabda:
"Barangsiapa yang menyentuh kemaluannya hendaklah ia berwudhu".(11)

Memakan daging unta, karena ketika Rasulullah ditanya: "Apakah kami harus berwudhu karena makan daging unta? Nabi menjawab : Ya." (12)
- Begitu pula memakan usus, hati, babat atau sumsumnya adalah membatalkan wudhu, karena hal tersebut sama dengan dagingnya.
- Adapun air susu unta tidak membatalkan wudhu, karena Rasulullah ¥ pernah menyuruh suatu kaum minum air susu unta dan tidak menyuruh mereka berwudlu sesudahnya. (13)
- Untuk lebih berhati-hati, maka sebaiknya berwudhu sesudah minum atau makan kuah daging unta.
Hal-hal yang haram dilakukan oleh yang tidak berwudhu:

Apabila seorang muslim berhadats kecil (tidak berwudhu), maka haram melakukan hal-hal berikut ini:

Menyentuh mushaf Al-Qur'an, karena Rasulullah mengatakan di dalam suratnya yang beliau kirimkan kepada penduduk negeri Yaman :(14)
"Tidak boleh menyentuh Al-Qur'an selain orang yang suci".
Adapun membaca Al-Qur'an dengan tidak menyentuhnya, maka hal itu boleh dilakukan oleh orang yang berhadats kecil.

Mengerjakan shalat. Orang yang berhadats tidak boleh melakukan shalat kecuali setelah berwudhu terlebih dahulu, karena Rasulullah bersabda: (15)
"Allah tidak menerima shalat yang dilakukan tanpa wudhu".
- Boleh bagi orang yang tidak berwudhu melakukan sujud tilawah atau sujud syukur, karena keduanya bukan merupakan shalat, sekalipun lebih afdhalnya adalah berwudhu sebelum melakukan sujud.

Melakukan thawaf. Orang yang berhadats kecil tidak boleh melakukan thawaf di Ka`bah sebelum berwudhu, karena Rasulullah telah bersabda :
"Thawaf di Baitullah itu adalah shalat". (16)
Dan juga karena Nabi berwudhu terlebih dahulu sebelaum melakukan thawaf. (17)
Catatan Penting:

Untuk berwudhu tidak disyaratkan mencuci qubul atau dubur terlebih dahulu, karena pencucian keduanya dilakukan sehabis buaang air, dan hal tersebut tidak ada hubungannya dengan wudhu.

Wallahu a`lam, wa shallallahu `ala nabiyyina Muhammad wa `ala alihi washahbihi wa sallam.

Catatan kaki :

1.Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dan dinilai hasan oleh Al-Albani di dalam kitab Al-Irwa' (81).
2.Riwayat Abu Daud dan dishahihkan oleh Albani dalam shahih Abu Dawud (629)
3.Riwayat Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al Irwa (92)
4.Surah Al-Ma'idah : 6.
5.Surah Al-Ma'idah : 6.
6.Diriwayatkan oleh Muslim. Sedang-kan redaksi "Allahumma ij`alni minat-tawwabina... adalah di dalam riwayat At-Turmudzi dan dishahih-kan oleh Al-Albani dalam Al Irwa (96)
7.Riwayat Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al Irwa' (70)
8.Riwayat Muslim.
9.Riwayat Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud (629)
10.Riwayat Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al Irwa' (117)
11.Riwayat Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al-Albani.
12.Riwayat Muslim.
13.Muttafaq 'alaih.
14.Riwayat Ad-Daruqutni dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al Irwa' (122)
15.Riwayat Muslim.
16.Riwayat Turmudzi dan dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Al- Irwa' (121)
27.Muttafaq 'alaih.
www.alsofwah.or.id

HP Bapak...

Ada 2 orang anak kecil, berdebat, membanggakan hp bapak mereka. Seperti ini percakapan mereka.

Adi : "HP bapak ku udah 3.5G lho. Jadi video call ga putus-putus lagi."
Budi : "Masih 3.5G??, HP bapakku uda 4G. Bluetoothnya radius 5km."

Adi gak mau kalah,
Adi : "HP bapak ku tahan air."
Budi : "HP bapak ku tahan api."

kedua anak mulai aneh
Adi : "HP bapakku ada TVnya, bisa nonton."
Budi : "Pasti siaran lokal. HP bapakku banyak channelnya, soalnya pakai indovision,telkomvi sion, dan Astro."

Adi : "HP bapakku ada rodanya, kayak mobil gitu. Wekkkk..."
Budi : "Jangan bangga dulu, HP bapakku ada pomp bensinnya. pasti kalian isi bensin di HP bapakku.

Adi : "HP bapakku ada garasinya, kemarin aja masukin mobil ke HP bapak, bukan ke garasi."
Budi : "Lebih hebat lagi HP bapakku, ada ruang tamunya. Kemarin ada acara arisan, diadain di HP bapakku. wekkkkkk!!"

Adi : "HP bapakku bisa terbang, besok kami mau pergi ke Singapore, naek HPnya bapak."
Budi : "Ihhh, HP bapakku ada bandaranya. Aku yakin, kalian pasti mendarat diHP bapakku."

Adi : "HP bapakku pernah dapat juara nasional.Juara Catur"
Budi : "Nasional aja bangga!!, HPnya bapakku pernah juara internasional, juara olimpiade, angkat besi."

Adi : "Lebih hebat ya.. tapi HP bapakku juga dingin lho, ada ACnya."
Budi : "Grrrrrrrr.. . udah dulu ya di, kita tidur aja. besok pagi dilanjutin lagi, masih banyak kehebatan HP bapakku."





start: 0000-00-00 end: 0000-00-00
Seorang ibu sedang sibuk di dapur mendengar anaknya yg baru berusia sekitar sepuluh tahun bermain di ruang tengah. Si ibu mendengar si anak berkata begini, "Para calon penumpang, Bapak2 dan Ibu keparat kami persilakan sekarang masuk ke ruang tunggu. Dan dudukkan pantat2 bau kalian ke kursi2 yg telah disediakan.. "

Si ibu terkejut, bergegas mendatangi anaknya dan berkata :
"Nak, nak, Ibu sudah bilang jangan lagi menggunakan kata-kata kotor seperti itu. Sekarang, kamu harus dihukum. Ayo, ikut ibu ke dapur & berdiri diam di sana selama 2 jam!"

Dua jam kemudian hukuman pun berakhir. Si anak boleh lagi melanjutkan permainannya. Si Ibu di dapur kembali mendengar anaknya berkata-kata dalam permainannya itu, "Saudara2 calon penumpang, Bapak2 dan Ibu yg kami hormati. Sebentar lagi pesawat kami akan terbang. Silakan Bapak2 dan Ibu terhormat menuju ke pesawat lewat pintu 3. Kami senang Bapak2 dan Ibu2 terhormat memilih penerbangan kami. Selamat menikmati penerbangan Bapak2 dan Ibu terhormat. Semoga penerbangannya nanti menyenangkan Bapak2 dan Ibu2 terhormat ..."

Ibu yg di dapur tersenyum senang, tetapi kemudian didengarnya si anak melanjutkan kalimatnya, "Bagi yg ingin memprotes karena penerbangan ini terlambat sampai dua jam. Silakan protes ke wanita jalang yg kini berada di dapur!"
Adakah keutamaan meninggal di bulan Ramadhan ::



Pertanyaan:

Apakah terdapat keutamaan bagi seseorang yang meninggal pada bulan Ramadhan, yang menunjukkan pada kebaikan si mayit?



Jawab:

Memang ada, tetapi tidak ada hadits yang menunjukkan tentang hal ini.


[soal 7]
:: Yang harus dilakukan wanita hamil atau menyusui bila berbuka ::



Pertanyaan:

Apa hukumnya seorang perempuan yang hamil jika ia berbuka di bulan Ramadhan karena takut akan janinnya, dan apapula hukumnya bagi seorang wanita yang menyusui berbuka di bulan Ramadhan karena takut akan susuannya?



Jawab:

Para ulama berselisih, dari kalangan mereka ada yang mengatakan wajib baginya untuk mengqadha, sebagian yang lain mengatakan menqadha dan membayar kafarah, dan sebagiannya lagi mengatakan tidak ada kewajiban baginya untuk menqadha tetapi wajib baginya membayar kafarah, serta sebagiannya lagi mengatakan tidak ada kewajiban baginya baik qadha maupun membayar kafarah. Dan berdalil dengan hadits Anas bin Malik Al-Ka’bi bahwasanya beliau datang kepada Nabi, kemudian Nabi mengatakan kepadanya, “Makanlah!” Kemudian Anas bin Malik berkata, “Aku dalam keadaan shaum.” Kemudian Nabi berkata, “Apakah engkau tahu bahwasanya Allah ta’ala menggugurkan setengah sholat atas orang yang musafir (boleh menqashar) dan menggugurkan shaum bagi yang hamil atau menyusui.”



Maka mereka berdalil dengan ini, bahwasanya tidak ada kewajiban apa-apa baginya. Dan yang nampak bagiku adalah wajib baginya untuk menqadha saja dan tidak diharuskan baginya untuk membayar kafarah dan tidak sah pembayaran kafarahnya, maka dia dituntut untuk menqadha saja. Berdasarkan firman Allah Ta’ala, “Barangsiapa di antara kalian sakit atau mengadakan suatu perjalanan maka diganti dengan hari-hari yang lainnya.”
Adakah keutamaan meninggal di bulan Ramadhan ::



Pertanyaan:

Apakah terdapat keutamaan bagi seseorang yang meninggal pada bulan Ramadhan, yang menunjukkan pada kebaikan si mayit?



Jawab:

Memang ada, tetapi tidak ada hadits yang menunjukkan tentang hal ini.


[soal 7]
:: Yang harus dilakukan wanita hamil atau menyusui bila berbuka ::



Pertanyaan:

Apa hukumnya seorang perempuan yang hamil jika ia berbuka di bulan Ramadhan karena takut akan janinnya, dan apapula hukumnya bagi seorang wanita yang menyusui berbuka di bulan Ramadhan karena takut akan susuannya?



Jawab:

Para ulama berselisih, dari kalangan mereka ada yang mengatakan wajib baginya untuk mengqadha, sebagian yang lain mengatakan menqadha dan membayar kafarah, dan sebagiannya lagi mengatakan tidak ada kewajiban baginya untuk menqadha tetapi wajib baginya membayar kafarah, serta sebagiannya lagi mengatakan tidak ada kewajiban baginya baik qadha maupun membayar kafarah. Dan berdalil dengan hadits Anas bin Malik Al-Ka’bi bahwasanya beliau datang kepada Nabi, kemudian Nabi mengatakan kepadanya, “Makanlah!” Kemudian Anas bin Malik berkata, “Aku dalam keadaan shaum.” Kemudian Nabi berkata, “Apakah engkau tahu bahwasanya Allah ta’ala menggugurkan setengah sholat atas orang yang musafir (boleh menqashar) dan menggugurkan shaum bagi yang hamil atau menyusui.”



Maka mereka berdalil dengan ini, bahwasanya tidak ada kewajiban apa-apa baginya. Dan yang nampak bagiku adalah wajib baginya untuk menqadha saja dan tidak diharuskan baginya untuk membayar kafarah dan tidak sah pembayaran kafarahnya, maka dia dituntut untuk menqadha saja. Berdasarkan firman Allah Ta’ala, “Barangsiapa di antara kalian sakit atau mengadakan suatu perjalanan maka diganti dengan hari-hari yang lainnya.”
Seyogyanya setiap muslim memperhatikan puasanya, menjauhkan diri dari hal-hal yang diharamkan dan membatalkan puasa. Sebab betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi ia tidak mendapatkan kecuali lapar dan dahaga belaka. Betapa banyak orang yang sholat, tetapi ia tidak mendapatkan kecuali bergadang dan payah saja.

Rasulullah saw bersabda: "Barang siapa tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan minum."(HR.Al-Bukhari).

Allah berfirman :

“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenengan yang besar” [Al-Ahzab : 70-71]

Allah juga berfirman.

“Artinya : Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadirs” [Qaf : 16-18]

Dala kitab Shahih Muslim hadits no. 2589 disebutkan

“Artinya : Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada para sahabat, “Tahukah kalian apa itu ghibah ?” Para sahabat menjawab, “Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui. “Beliau berkata, “Ghibah ialah engkau menceritakan hal-hal tentang saudaramu yang tidak dia suka” Ada yang menyahut, “Bagaimana apabila yang saya bicarakan itu benar-benar ada padanya?” Beliau menjawab, “Bila demikian itu berarti kamu telah melakukan ghibah terhadapnya, sedangkan bila apa yang kamu katakan itu tidak ada padanya, berarti kamu telah berdusta atas dirinya”

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Sesungguhnya Allah meridhai kalian pada tiga perkara dan membenci kalian pada tiga pula. Allah meridhai kalian bila kalian hanya menyembah Allah semata dan tidak mempersekutukannya serta berpegang teguh pada tali (agama) Allah seluruhnya dan janganlah kalian berpecah belah. Dan Allah membenci kalian bila kalian suka qila wa qala (berkata tanpa berdasar), banyak bertanya (yang tidak berfaedah) serta menyia-nyiakan harta”
Diriwayatkan oleh Muslim hadits no. 1715

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya hadits no. 6474 dari Sahl bin Sa’id bahwa Rasulullah bersabda.

“Artinya : Barangsiapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) apa yang ada di antara dua janggutnya dan dua kakinya, maka kuberikan kepadanya jaminan masuk surga”


Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dalam kitab Shahihnya no. 6477 dan Muslim dalam kitab Shahihnya no. 2988 [3] dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda.

“Artinya : Sesungguhnya seorang hamba yang mengucapkan suatu perkataan yang tidak dipikirkan apa dampak-dampaknya akan membuatnya terjerumus ke dalam neraka yang dalamnya lebih jauh dari jarak timur dengan barat”

Muslim meriwayatkan sebuah hadits dalam kitab Shahihnya no. 2581 dari Abu Hurairah Rasulullah bersabda.

“Artinya : Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut ? Para sahabat pun menjawab, ‘Orang yang bangkrut adalah orang yang tidak memiliki uang dirham maupun harta benda. ‘Beliau menimpali, ‘Sesungguhnya orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa dan zakat, akan tetapi, ia juga datang membawa dosa berupa perbuatan mencela, menuduh, memakan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain. Kelak kebaikan-kebaikannya akan diberikan kepada orang yang terzalimi. Apabila amalan kebaikannya sudah habis diberikan sementara belum selesai pembalasan tindak kezalimannya, maka diambillah dosa-dosa yang terzalimi itu, lalu diberikan kepadanya. Kemudian dia pun dicampakkan ke dalam neraka”.

Semoga kita dapat menjaga lisan kita..
dan semoga kita ter masuk orang2 yang beruntung yaitu orang2 yang di masukkan ke surga..Amiin
: Datang haidh sebelum Maghrib ::



Pertanyaan :

Apa hukumnya bagi seorang wanita yang haidh, sedang ia dalam keadaan shaum yang haidhnya itu dengan jarak yang sedikit sebelum berbuka?

Jawab:

Wajib baginya untuk menqadha hari itu jika muadzinnya itu mengumandangkan adzan tepat pada waktunya. Adapun apabila telah terbenam matahari kemudian datang haidh tersebut sedangkan muadzin tidak mengumandangkan adzannya kecuali seperti adzannya Syi’ah yaitu ketika langit sudah mulai gelap, maka shaumnya dianggap sah dan tidak wajib baginya untuk menqadha.


[soal 9]
:: Berbuka bagi wanita hamil atau melahirkan ::



Pertanyaan:

Apa hukumnya seorang wanita yang hamil apabila ia berbuka di bulan Ramadhan karena melahirkan?

Jawab:

Wajib baginya untuk menqadha.


[soal 10]
:: Berbuka karena keluar darah sebelum melahirkan ::



Pertanyaan:

Dan apapula hukumnya bagi wanita jika ia berbuka sehari atau dua hari sebelum melahirkan disebabkan karena keluarnya sebagian darah ?

Jawab:

Jika keluar sebagian darah, maka ini dianggap sebagai darah nifas dan wajib untuknya menqadha.

Fenomena yg terjadi ketika menjelang fajar

msak.....?
Tradisg imsak sdh menjadi tren yg dilakukan kaum muslimin ketika romadhon. Ketika wkt sdh hampir fajar, maka sebagian orang meneriakan :
"imsak, imsak....."
Supaya org tdk lagi makan & minum, pdhal saat itu adlh wkt yg bahkan Rosululloh menganjurkan kita utk makan & minum.
Sahact Anas meriwayatkan dari Zaid bin Sabit Rodhiyallohu'anhuma : "Kami makan sahur bersama Rosululloh (saw) kemudian Beliau sholat. Maka kata Anas,"Berapa lama jarak antara Azan & subuh ?" Zaid menjawab,"kira2 50 ayat membaca ayat Al Qur'an" (HR. Bukhori & Muslim).
* Apakah Imsak memiliki dalil dari sunnah ataukah merupakan Bid'ah...?
Hal ini termasuk Bid'ah, tiada dalil dari sunnah bahkan sunnah bertentangan dgnya, karena Alloh azza wa jalla berfirman dlm kitabnya yg mulia : "Makan & minumlah hingga jelas bagimu benang merah dari benang putih (yaitu fajar)"
Nabi alaihi sholatu wasalam bersabda : "Sesungguhnya bilal mengumandangkan Azan di malam hari, makan & minumlah smp Ibnu umi Maktum mengumandangkan azan, krn dia tdk azan smp terbit fajar."
Imsak yg dilakukan oleh sebagian org itu adlh suatu tambahan dari apa yg di wajib oleh Alloh azza wa jalla, shg menjadi kebatilan, dia termasuk perbuatan yg di ada2kan dlm agama Islam.
Rumus Kecantikan Wanita

Tidak cantik = Minder dan jarang disukai orang.
Cantik = Percaya diri, terkenal dan banyak yang suka.
AH MASA SIH??

Itulah sekelumit rumus yang ada dalam fikiran wanita atau bisa juga akhwat. Sebuah rumus simple namun amat berbahaya. Darimanakah asal muasal rumus ini? Bisa jadi dari media ataupun oleh opini masyarakat yang juga telah teracuni oleh media- baik cetak maupun elektronik- bahwa kecantikan hanya sebatas kulit luar saja. Semua warga Indonesia seolah satu kata bahwa yang cantik adalah yang berkulit putih, tinggi semampai, hidung mancung, bibir merah, mata jeli, langsing, dll. Akibatnya banyak kaum hawa yang ingin memiliki image cantik seperti yang digambarkan khalayak ramai, mereka tergoda untuk membeli kosmetika yang dapat mewujudkan mimpi-mimpi mereka dan mulai melalaikan koridor syari’at yang telah mengatur batasan-batasan untuk tampil cantik. Ada yang harap-harap cemas mengoleskan pemutih kulit, pelurus rambut, mencukur alis, mengeriting bulu mata, mengecat rambut sampai pada usaha memancungkan hidung melalui serangkaian treatment silikon, dll. Singkat kata, mereka ingin tampil secantik model sampul, bintang iklan ataupun teman pengajian yang qadarullah tampilannya memikat hati. Maka tidak heran setiap saya melewati toko kosmetik terbesar di kota saya, toko tersebut tak pernah sepi oleh riuh rendah kaum hawa yang memilah milih kosmetik dalam deretan etalase dan mematut di depan kaca sambil terus mendengarkan rayuan manis dari si mba SPG
Kata cantik telah direduksi sedemikian rupa oleh media, sehingga banyak yang melalaikan hakikat cantik yang sesungguhnya. Mereka sibuk memoles kulit luar tanpa peduli pada hati mereka yang kian gersang. Tujuannya? Jelas, untuk menambah deretan fans dan agar kelak bisa lebih mudah mencari pasangan hidup, alangkah naifnya. Faktanya, banyak dari teman-teman pengajian saya yang sukses menikah bukanlah termasuk wanita yang cantik ataupun banyak kasus yang muncul di media massa bahwa si cantik ini dan itu perkawinannya kandas di tengah jalan. Jadi, tidak ada korelasi antara cantik dan kesuksesan hidup!.

Teman-teman saya yang sukses menikah walaupun tidak cantik-cantik amat tapi kepribadiannya amat menyenangkan, mereka tidak terlalu fokus pada rehab kulit luar tapi mereka lebih peduli pada recovery iman yang berkelanjutan sehingga tampak dalam sikap dan prinsip hidup mereka, kokoh tidak rapuh. Pun, jika ada teman yang berwajah elok mereka malah menutupinya dengan cadar supaya kecantikannya tidak menjadi fitnah bagi kaum adam dan hanya dipersembahkan untuk sang suami saja, SubhanAlloh. Satu kata yang terus bergema dalam hidup mereka yakni bersyukur pada apa-apa yang telah Alloh berikan tanpa menuntut lagi, ridho dengan bentuk tubuh dan lekuk wajah yang dianugerahkan Alloh karena inilah bentuk terbaik menurut-Nya, bukan menurut media ataupun pikiran dangkal kita. Kalau kita boleh memilih, punya wajah dan kepribadian yang cantik itu lebih enak tapi tidak semua orang dianugerahi hal semacam itu, itulah ke maha adilan Alloh, ada kelebihan dan kekurangan pada diri tiap orang. Dan satu hal yang pasti, semua orang bertingkah laku sesuai pemahaman mereka, jika kita rajin menuntut ilmu agama InsyaAlloh gerak-gerik kita sesuai dengan ilmu yang kita miliki. Demikian pula yang terjadi pada wanita-wanita yang terpaku pada kecantikan fisik semata, menurut asumsi saya, mereka merupakan korban-korban iklan dan kurang tekun menuntut ilmu agama, sehingga lahirlah wanita-wanita yang berpikiran dangkal, mudah tergoda dan menggoda. Mengutip salah satu hadist, Rasulullah Shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda :

“Siapa yang Alloh kehendaki kebaikan baginya, Alloh akan pahamkan ia dalam agamanya”(Shahih, Muttafaqun ‘alaihi).

Hadist diatas dijelaskan oleh Syaikh Ibnu Baz bahwa ia menunjukkan keutamaan ilmu. Jika Alloh menginginkan seorang hamba memperoleh kebaikan, Alloh akan memahamkan agama-Nya hingga ia dapat mengetahui mana yang benar dan mana yang bathil, mana petunjuk mana kesesatan. Dengannya pula ia dapat mengenal Rabbnya dengan nama dan sifat-sifat-Nya serta tahu keagungan hak-Nya. Ia pun akan tahu akhir yang akan diperoleh para wali Alloh dan para musuh Alloh.

Syaikh Ibnu Baz lebih lanjut juga mengingatkan betapa urgennya menuntut ilmu syari’at:

“Adapun ilmu syar’i, haruslah dituntut oleh setiap orang (fardhu ‘ain), karena Alloh menciptakan jin dan manusia untuk beribadah dan bertaqwa kepada-Nya. Sementara tidak ada jalan untuk beribadah dan bertaqwa kecuali dengan ilmu syar’i, ilmu Al-Qur’an dan as Sunnah”.

Dus, sadari sejak semula bahwa Alloh menciptakan kita tidak dengan sia-sia. Kita dituntut untuk terus menerus beribadah kepadaNya. Ilmu agama yang harus kita gali adalah ilmu yang Ittibaurrasul (mencontoh Rasulullah) sesuai pemahaman generasi terbaik yang terdahulu (salafusshalih), itu adalah tugas pokok dan wajib. Jika kita berilmu niscaya kita akan mengetahui bahwa mencukur alis (an-namishah), tatto (al-wasyimah), mengikir gigi (al-mutafallijah) ataupun trend zaman sekarang seperti menyambung rambut asli dengan rambut palsu (al-washilah) adalah haram karena perbuatan-perbuatan tersebut termasuk merubah ciptaan Alloh. Aturan-aturan syari’at adalah seperangkat aturan yang lengkap dan universal, sehingga keinginan untuk mempercantik diri seyogyanya dengan tetap berpedoman pada kaidah-kaidah syara’ sehingga kecantikan kita tidak mendatangkan petaka dan dimurkai Alloh. Apalah gunanya cantik tapi hati tidak tentram atau cantik tapi dilaknat oleh Alloh dan rasul-Nya, toh kecantikan fisik tidak akan bertahan lama, ia semu saja. Ada yang lebih indah dihadapan Alloh, Rabb semesta alam, yaitu kecantikan hati yang nantinya akan berdampak pada mulianya akhlaq dan berbalaskan surga. Banyak-banyaklah introspeksi diri (muhasabah), kenali apa-apa yang masih kurang dan lekas dibenahi. Jangan ikuti langkah-langkah syaitan dengan melalaikan kita pada tugas utama karena memoles kulit luar bukanlah hal yang gratis, ia butuh waktu dan biaya yang tidak sedikit. Bukankah menghambur-hamburkan uang (boros) adalah teman syaitan?. JADI, mari kita ubah sedikit demi sedikit mengenai paradigma kecantikan.

Faham Syari’at = CANTIK
Tidak Faham Syari’at = Tidak CANTIK sama sekali!
Bagaimana? setuju?.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shalallahu ’alaihi Wa sallam bersabda:
”Innallaha la yanzhuru ila ajsamikum wa la ila shuwarikum walakin yanzhuru ila qulubikum”
”Sesungguhnya Allah tidak melihat fisik kalian dan rupa kalian akan tetapi Allah melihat hati dan kalian” (HR. Muslim)

Mari kita simak syair indah dibawah ini:

Banyak lebah mendatangi bunga yang kurang harum
Karena banyaknya madu yang dimiliki bunga
Tidak sedikit lebah meninggalkan bunga yang harum karena sedikitnya madu

Banyak laki-laki tampan yang tertarik dan terpesona oleh wanita yang kurang cantik
Karena memiliki hati yang cantik
Dan tidak sedikit pula wanita cantik ditinggalkan laki-laki karena jelek hatinya

Karena kecantikan yang sejati bukanlah cantiknya wajah tapi apa yang ada didalam dada
Maka percantiklah hatimu agar dicintai dan dirindukan semua orang.

Wallahu ‘alam bisshowab
oleh (ummu Zahwa).Maroji’:297 Larangan Dalam Islam dan Fatwa-Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Syaikh Ali Ahmad Abdul ‘Aal ath-Thahthawi.

Bolehkah Seorang Muslimah Menjadi Cantik?

Hudzaifah.org - Pada hari Sabtu yang lalu (20/5/2006), Keputrian SKI Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti menyelenggarakan Talkshow dengan tema "Cantiknya Aku" di Auditorium FK-FKG, Kampus B Usakti. Hadir sebagai pembicara dalam talkshow tersebut yaitu Dr. Achdanasih, SpKK., dan Ustadzah Anis Byarwati. Dan yang sangat spesial, hadir pula bintang tamu yaitu artis Zaskia Adya Mecca. Talkshow dipandu oleh Dr. Mona Tri Rizki yang merupakan Alumni FK Usakti. Dan berikut ini adalah oleh-oleh Mona dari talkshow tersebut mengenai kecantikan, khususnya bagi muslimah.

Cantik menurut kesehatan adalah sehat jasmani dan rohani. Namun tak diragukan lagi, bahwa ketika kita bicara cantik, umumnya akan menyangkut tentang wajah dan kulit. Saat ini banyak usaha-usaha untuk meremajakan kulit (skin rejuveniting) yang dilakukan agar kulit tampak lebih 'cling'. Usaha-usaha tersebut antara lain:

1. Pemakaian bahan secara topikal seperti jamu, umbi-umbian

2. Pengelupasan dengan bahan kimia seperti pemakaian AHA dan TCA

3. Pengelupasan secara fisik seperti masker dan luluran

4. Augmentasi seperti pemakaian silikon dan kolagen

5. Penggunaan toxin seperti suntik botox (botulinum toxin)

Tindakan diatas sebenarnya aman untuk dilakukan asalkan disesuaikan dengan jenis kulit dan frekuensi tindakan. Tapi ada beberapa tindakan yang sebaiknya dilakukan dalam pengawasan dokter seperti suntik botox dan pemakaian silikon/kolagen, walaupun sebenarnya banyak dari dokter yang tidak menganjurkan dilakukan 2 tindakan itu kecuali pada kasus tertentu.

Sedangkan penggunaan alkohol untuk bahan kosmetika dan kesehatan pada pemakaian topikal/luar, hal ini diperbolehkan karena penggunaan alkohol disini hanya sebagai pelarut dan antiseptik dengan kadar dan konsentrasi yang kecil. Kemudian dilihat pula bahwa alkohol merupakan zat yang cepat menguap. Dan belum ditemukannya zat lain selain alkohol yang bisa sebagai pelarut yang aman dan murah. Walaupun demikian pemakaiannya sewajarnya saja.

Dalam talkshow tersebut dipaparkan juga bahwa perawatan harian yang aman yang dianjurkan adalah sebagai berikut:

- Membersihkan wajah setelah bepergian dengan milk cleanser dan astringen

- Menggunakan pelembab dan sun block dengan SPF15 ketika akan bepergian

- Melakuan masker wajah tiap minggu dan luluran tiap bulan

- Mengkonsumsi air putih 8 gelas perhari dan buah-buahan, serta tidak menggunakan kosmetik yang mengandung mercury

Selain hal diatas, ternyata ada beberapa faktor yang menyebabkan kulit kita terlihat lebih tua, yaitu:

- Kulit yang sering terpapar matahari akan terlihat lebih tua 20 tahun

- Stress akan membuat kulit kita terlihat lebih tua 3 tahun

- Hidup di kota besar akan membuat kulit kita terlihat lebih tua 5 tahun

- Diet yang yang extrim akan membuat kulit kita terlihat lebih tua 10 tahun

Wow, ternyata berat juga tantangan hidup di Jakarta untuk kulit kita..

Dalam syariat Islam, perempuan yang ingin tampil cantik itu fitrah. Walau kadang penilaian cantik itu sendiri relatif dan subyektif. Cantik itu sendiri bisa dibagi menjadi beberapa klasifikasi, yaitu:

1. Cantik secara lahiriah:

- menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh
- keserasian dalam berpakaian.

Berpakaian di sini haruslah menutup aurat sesuai dengan Al Qur'an surat An-Nur ayat 31 dan Al-Ahzab ayat 59. Setelah memenuhi kriteria tadi, barulah diperbolehkan berpakaian untuk memenuhi nilai estetika, indah dan pantas secara wajar.

2. Cantik secara spiritual:

- Memiliki kedekatan hubungan dengan Allah
- Berusaha menjadi hamba Allah yang taat

3. Cantik emosi dan akhlak:

- memiliki rasa malu, lemah lembut, santun, jujur, amanah, dan menjaga kehormatan dan kesucian diri.

4. Cantik intelektual

Seorang muslimah harus memiliki kecerdasan intelektual dan tidak akan membiarkan dirinya direndahkan, dilecehkan dan dieksploitasi.

Semua hal di atas akan membuat seorang wanita yang mempesona karena memiliki daya tarik kepribadian, meski ia tidak cantik secara fisik. Dan tidak seperti kecantikan fisik yang merupakan pemberian Allah yang tidak boleh diubah, inner beauty seperti kecantikan spiritual, akhlak, dan intelektual dapat diusahakan dan ditingkatkan.

Jadi, bolehkah seorang muslimah menjadi cantik dan melakukan usaha-usaha agar menjadi cantik? Of course boleh banget, Hanya perlu diingat: Luruskan kembali niat kita. Usaha yang kita lakukan adalah dalam rangka merawat tubuh yang merupakan karunia Allah yang harus disyukuri, harus berada dalam koridor-koridor yang diperbolehkan oleh syariat Islam. Dan jangan sampai membahayakan kesehatan kita sendiri. (mona/hdn)

ETIKA BERBEDA PENDAPAT

Ikhlas dan mencari yang haq serta melepaskan diri dari nafsu di saat berbeda pendapat. Juga menghindari sikap show (ingin tampil) dan membela diri dan nafsu.

Mengembalikan perkara yang diperselisihkan kepada Kitab Al-Qur'an dan Sunnah. Karena Allah Subhaanahu wa Ta'ala telah berfirman yang artinya:

"Dan jika kamu berselisih pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah ia kepada Allah (Kitab) dan Rasul". (An-Nisa: 59).

Berbaik sangka kepada orang yang berbeda pendapat denganmu dan tidak menuduh buruk niatnya, mencela dan menganggapnya cacat.

Sebisa mungkin berusaha untuk tidak memperuncing perselisihan, yaitu dengan cara menafsirkan pendapat yang keluar dari lawan atau yang dinisbatkan kepadanya dengan tafsiran yang baik.

Berusaha sebisa mungkin untuk tidak mudah menyalahkan orang lain, kecuali sesudah penelitian yang dalam dan difikirkan secara matang.

Berlapang dada di dalam menerima kritikan yang ditujukan kepada anda atau catatan-catatang yang dialamatkan kepada anda.

Sedapat mungkin menghindari permasalahan-permasalahan khilafiyah dan fitnah.

Berpegang teguh dengan etika berdialog dan menghindari perdebatan, bantah-membantah dan kasar menghadapi lawan.

[Taken From Kitab "Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari" By : Al-Qismu Al-Ilmi-Dar Al-Wathan]
Hudzaifah - Pendiam. Murah senyum. Lebih sering mendengar ketimbang berbicara. Tapi, sekali berkata, banyak orang terpengaruh. Juga terperangah. Pertama kali saya berkenalan, ia nampak biasa-biasa saja. Saya mengoceh, bahkan sok menggurui. Ia hanya diam dan menyimak.

Dalam banyak pertemuan, ternyata ia menjadi nara sumber. Jika tidak, selalu ada waktu yang disediakan untuknya. Untuk memberikan kata-katanya. Artinya, ia tergolong orang yang diminta bicara. Sambutan dan tanggapan darinya selalu dinanti. Kata-katanya menyentuh. Sarat hikmah. Penuh perhitungan. Di sela-sela kalimatnya, senantiasa mengalir satu dua ayat al Qur�an. Karena itu, teman-teman tiada pernah bosan mendengarkannya berbicara. Sekarang barulah saya sadar, ternyata dia orang hebat. lelaki impian.

Mendengar azan, tubuhnya langsung melesat menuju sumber bunyi. Apapun kondisinya. Dengan gagah ia duduk bersimpuh di shaf terdepan. Tangannya memegang mushaf. Matanya menatap tajam ke setiap ruas-ruas ayat. Khusyu�.

Di sisi lain, berkumpul padanya sumber-sumber ancaman. Fitnah. Ia memiliki kesenangan dunia yang menggiurkan. Dan, menggoda. Betapa tidak, wajahnya tampan. Anak orang kaya. Bapaknya pejabat negara. Termasuk salah satu jajaran elit pemerintahan. Ditambah otaknya yang cerdas. Bicaranya memukau dan menyentuh. Dengan semua itu, surga dunia menghampar di hadapannya. Pintu popularitas terbuka lebar. Dalam kamus kehidupan, betapa semua nikmat ini sangat potensial menutup akselerasi hidayah. Segala kemungkinan-kemungkinan untuk terhalang dari hidayah ada pada dirinya.Tapi, ia tetap ia.

Semua gelombang fitnah itu dialihkannya ke dalam pintu-pintu hidayah. Seringkali rekan dan adik-adiknya tersadar dengan sikap dan kepribadiannya. Walau ada kekurangan, kita perlu melihat sisi positif padanya. Pada siapa saja. Agar muhasabah lebih dominan dari hujatan dan kritik.

Dalam sejarah, Mush�ab bin Umair ra. terpilih menjadi delegasi pertama Rasulullah Saw. Ia mendapat kehormatan menghandle tugas Nabi di Madinah, menjadi duta luarbiasa dan berkuasa penuh. Ternyata ia diutus bukan karena retorika ansich. Ada yang menarik dari perjalanan hidupnya. Yakni, proses berislamnya yang mengagumkan. Sahabat ini termasuk orang-orang yang berani mengambil keputusan hijrah. Berani berubah. Dan, siap sabar menjalani masa peralihan. Lalu, dengan tegap merubah haluan kehidupannya. Padahal, sebelum hijrah, segala fasilitas duniawi terbentang untuknya. Karena hijrah, ia pun terhormat.

Lalu, kita mengenal sosok Uwais al-Qorniy. Lelaki yang takut terkenal. Kita dapati keterbatasan yang dimilikinya tidak mampu meredam antusias Umar al-Faruk yang selalu mencari-cari keberadaannya. Umar merindukannya. Walau ia sangat sederhana dan terbatas. Sayangnya, orang seperti Uwais sulit terdeteksi. Bisa jadi hanya orang seperti Umar saja yang mampu melihat dan menghormati sosok seperti Uwais.

Kita dan umat ini begitu membutuhkan pasokan orang-orang seperti mereka. Mereka begitu handal menceramahi kita dengan kenyataan. Dengan qudwah. Pesan-pesan sampai tidak melalui kata-kata. Atau, selaras dengan ungkapan Muhammad Ahmad Rasyid, "rij�l yutarjim�n al maq�l".
: Berbuka karena sakit bertahun-tahun ::


Pertanyaan:

Apa hukumnya orang yang berbuka disebabkan karena sakit yang terus menerus sampai beberapa tahun ?

Jawab:

Apabila ditetapkan oleh medis bahwasanya dia tidak diharapkan lagi kesembuhannya sedangkan Allah Maha Penyembuh dan berapa banyak orang yang sakit yang telah ditetapkan oleh para dokter bahwasanya tidak diharapkan lagi kesembuhannya kemudian Allah Ta’ala menyembuhkannya. Apabila mereka menetapkan tidak diharapkan kebaikannya, maka tidak mengapa dia berbuka dan memberikan makanan setiap harinya kepada orang miskin. Sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Dan bagi orang-orang yang tidak mampu hendaknya membayar fidyah dengan memberikan makanan kepada orang miskin.” Demikian pula Anas bin Malik ketika beliau tidak mampu untuk melaksanakan shaum maka beliau memberikan makanan setiap harinya kepada orang miskin.


[soal 12]
:: Memakai siwak dan sikat gigi/pasta gigi ::


Pertanyaan:

Apa hukumnya menggunakan hal-hal di bawah ini di siang hari di bulan Ramadhan, di antaranya memakai siwak dan sikat gigi/odol ?

Jawab:

Adapun memakai siwak dari batangnya maka ini tidak mengapa, walaupun warnanya hijau. Adapun odol atau sikat gigi maka kami menasehatkan untuk meninggalkannya di bulan Ramadhan. Dan kami tidak memiliki dalil bahwa itu akan membatalkan shaum, akan tetapi wajib untuk berhati-hati sehingga tidak sampai mengalir atau masuk sesuatau ke dalam perutnya. Nabi bersabda “Dan sempurnakanlah pada waktu istinsyaq kecuali dalam keadaan shaum.” Karena sesungguhnya apabila dia dalam keadaan shaum maka ditakutkan akan mengalir atau masuk airnya ke dalam perutnya.

Wanita Shalat Tarawih Berjama’ah

Saat Ramadhan, ada pemandangan baru di masjid-masjad kaum muslimin. Masjid-masjid jadi ramai dan penuh jama’ah shalat, terutama ketika shalat Tarawih, tak ketinggalan pula kaum wanita.

Ketahuilah bahwa shalat seorang wanita didalam rumah lebih utama.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“Janganlah kalian melarang wanita-wanita kalian datang ke masjid, dan rumah mereka adalah lebih baik bagi mereka.” (HR. Abu Dawud:533, Ahmad: 5/195, Ibnu Khuzaimah: 1684, Al Baihaki: 3/131)

Akan tetapi, apabila wanita hendak shalat berjama’ah di masjid maka hendaklah memperhatikan perkara berikut:

1. Izin suami atau orang tua terlebih dahulu.
Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila istri kalian meminta izin untuk pergi ke masjid maka janganlah engkau larang.” (HR. Bukhari: 827, Muslim: 1234)

2. Perhatikan pakaianmu.
“Katakanlah kepada wanita beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dadanya…” (QS. An-Nur: 31)
Janganlah seorang wanita menjadi sumber fitnah bagi kaum laki-laki dengan memakai pakaian mencolok yang mengundang perhatian orang banyak. Ikutilah aturan agama dalam berpakaian sehingga bulan yang suci ini tidak ternodai.

3. Janganlah memakai parfum.
Prekara ini yang sering diterjang oleh wanita muslimah, terutama gadis remaja yang baru beranjak dewasa. Padahal larangan masalah ini sangat jelas.

Semoga Allah memberkahi kita pada bulan yang mulia ini, menerima amalan kita dan mengampuni dosa dan semua kesalahan kita amin..
Al-Khansa' Ibunda Mujahid-Mujahid Sejati

Dialah al-Khansa’, wanita arab pertama yang jago bersyair. Para sejarawan sepakat bahwa sejarah tak pernah mengenal wanita yang lebih jago bersyair daripada al-Khansa’, sebelum maupun sepeninggal dirinya. Konon mulanya ia tak pandai bersyair, ia hanya bisa melantunkan dua atau tiga bait saja. Namun dizaman jahiliyyah , tatkala saudara kandungnya yang bernama Mu’awiyah bin Amru as-Sulami terbunuh, ia meratapi kematiannya dalam beberapa bait syair. Lalu menyusullah saudara seayahnya yang terbunuh pula, namanya Shakhr. Konon al-Khasa’ amat mencintai saudaranya yang satu ini, karena ia amat penyabar, penyantun, dan penuh perhatian terhadap keluarga. Kematiannya menyebabkannya sangat terpukul, lalu muncullah bakat bersyairnya yang selama ini terpendam. Dan mulailah ia melantunkan bait demi bait meratapi kematian saudaranya. Semenjak itulah ia mulai banyak bersyair dan syairnya semakin indah.

Keislaman al-Khansa’ dan Kaumnya

Tatkala mendengar dakwah Islam, al-Khansa’ datang bersama kaumnya -Bani sulaim- menghadap Rasulullah SAW dan menyatakan keislaman mereka. Ahli-ahli sejarah menceritakan bahwa pernah suatu ketika Rasulullah SAW menyuruhnya melantunkan syair, kemudian karena kagum atas keindahan syairnya, beliau mengatakan,”Ayo teruskan, tambah lagi syairnya, wahai Khansa’!” sambil mengisyaratkan dengan telunjuk beliau.

Wasiat al-Khansa’ Bagi Keempat Anaknya

Dalam sebuah riwayat disebutkan, bahwa al-Khansa’ dan keempat putranya ikut serta dalam perang al-Qadisiyyah. Menjelang malam pertama mereka di al-Qadisiyyah, al-Khansa berwasiat kepada putera-puteranya,

wahai anak-anakku, kalian telah masuk islam dengan taat dan berhijrah dengan penuh kerelaan. Demi allah yang tiada ilah yang haqq selain Dia, kalian adalah putera dari laki-laki yang satu. Aku tak pernah mengkhianati ayah kalian, tak pernah mempermalukan khal kalian, tak pernah mempermalukan nenek moyang kalian, dan tak pernah menyamarkan nasab kalian. Kalian semua tahu betapa besar pahala yang Allah siapkan bagi orang-orang beriman ketika berjihad melawan orang-orang kafir. Ketahuilah bahwa negeri akhirat yang kekal jauh lebih baik dari negeri dunia yang fana.

“wahai anak-anakku, kalian telah masuk islam dengan taat dan berhijrah dengan penuh kerelaan. Demi allah yang tiada ilah yang haqq selain Dia, kalian adalah putera dari laki-laki yang satu. Aku tak pernah mengkhianati ayah kalian, tak pernah mempermalukan khal kalian, tak pernah mempermalukan nenek moyang kalian, dan tak pernah menyamarkan nasab kalian.

Kalian semua tahu betapa besar pahala yang Allah siapkan bagi orang-orang beriman ketika berjihad melawan orang-orang kafir. Ketahuilah bahwa negeri akhirat yang kekal jauh lebih baik dari negeri dunia yang fana. Allah SAW berfirman, “ Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga ( diperbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imran : 200) Andaikata esok kalian masih diberi kesehatan oleh allah, mak perangilah musuh kalian dengan gagah berani, mintalah kemenangan atas musuhmu dari Ilahi. Apabila pertempuran mulai sengit dan api peperangan mulai menyala, terjunlah kalian ke jantung musuh, habisilah pemimpin mereka saat perang tengah berkecamuk, mudah-mudahan kalian meraih ghanimah dan kemuliaan di negeri yang kekal dan penuh kenikmatan.”

Lalu ia pun bertempur habis-habisan hingga gugur. Semoga Allah meridhainya beserta ketiga saudaranya. Tatkala berita gugurnya keempat anaknya tadi sampai ke telinga al-Khansa’, ia hanya tabah sembari mengatakan,” segala puji bagi Allah yang memuliakanku dengan kematian mereka. Aku berharap kepada-Nya agar mengumpulkanku bersama mereka dalam naungan rahmat-Nya.” ( sumber : Ibunda Para Ulama/Sufyan bin Fuad Baswedan/WAFA press)

Kepahlawanan Keempat anaknya

Terdorong oleh nasihat ibunya, keempat puteranya tampil dengan gagah berani. Mereka bangkit demi mewujudkan impian sang ibunda. Dan tatkala fajar menyingsing, majulah keempat puteranya menuju kamp-kamp musuh. Sesaat kemudian, dengan pedang terhunus anak pertama memulai seranagn sambil bersyair,

Saudaraku, ingatlah pesan ibumu

Tatkala ia menasehatimu di waktu malam..

Nasehatnya sungguh jelas dan tegas,

“Majulah dengan geram dan wajah muram!”

Yang kalian hadapi nanti hanyalah

Anjing-anjing sasan yang mengaum geram..

Mereka telah yakin akan kehancurannya,

Maka pilihlah antara kehidupan yang tenteram

Atau kematian yang penuh keberuntungan.

Ibarat anak panah, anak pertama melesat ke tengah-tengah musuh dan berperang mati-matian hingga akhirnya gugur. Semoga Allah merahmatinya. Berikutnya, giliran yang kedua maju menyerang sembari melantunkan,

Ibunda adalah wanita yang hebat dan tabah,

Pendapatnya sungguh tepat dan bijaksana

Ia perintahkan kita dengan penuh bijaksana,

Sebagai nasehat tulus bagi puteranya

Majulah tanpa pusingkan jumlah mereka

Dan raihlah kemenangan yang nyata

Atau kematian yang sungguh mulia

Di Jannatul Firdaus yang kekal selamanya.

Kemudian ia bertempur hingga titik darah penghabisan, menyusul saudaranya kealam baka. Semoga Allah merahmatinya. Lalu yang ketiga ambil bagian. Ia maju mengikuti jejak kedua saudaranya, seraya bersyair,

Demi Allah, takkan kudurhakai perintah ibu

Perintah yang sarat dengan kasih sayang

Sebagai kebaktian nan tulus dan kejujuran

Maka majulah dengan gagah ke medan perang..

Hingga pasukan Kisra terpukul mundur atau biarkan

Mereka tahu, bagaimana cara berjuang

Janganlah mundur karena itu tanda kelemahan

Raihlah kemenangan meski maut menghadang.

Kemudian ia terus bertempur hingga mati terbunuh. Semoga allah merahmatinya. Lalu tibalah giliran anak terakhir menyerang. Ia maju seraya melantunkan,

Aku bukanlah anak si Khansa’ maupun Akhram

tidak juga Umar atau leluhur yang mulia,

Jika aku tak menghalau pasukan ajam,

Melawan bahaya dan menyibak barisan tentara

Demi kejayaan yang menanti, dan kejayaan

Ataulah kematian, dijalan yang lebih mulia.

(Waroah Dachlan/voa-islam.com)
Menata Cinta


Secara Fitrah manusia sebagai makhluk mencintai KhaliqNya yaitu Allah. Namun tak dapat dipungkiri banyak cinta jenis lain yang ada di hati manusia dan ditujukan kepada selain Allah. Cinta kepada selain Allah ini kerap mendominasi hati manusia dan mengacaukan tujuan hidupnya. Sebagai Muslim kita harus hati-hati dalam menata cinta jangan sampai cinta kepada sesuatu selain Allah menyebabkan keburukan pada diri kita sendiri maupun pihak lain.

Cinta Tertinggi seorang muslim haruslah hanya kepada Allah SWT, baru kemudian kepada yang lainnya.

Berikut adalah tingkatan cinta dari yang terendah sampai ke yang tertinggi.

1. Cinta kepada Materi
Sifatnya haruslah biasa saja atau sekedarnya. Cinta jenis ini diberikan kepada fasilitas hidup di dunia, berupa tumbuhan, hewan, maupun benda-benda lainnya. Semua yang ada di langit dan di bumi telah ditundukkan Allah bagi manusia, sebagai fasilitas yang mendukung kehidupan manusia dan tugasnya beribadah kepada-Nya dalam segala aspek kehidupan.

2. Cinta kepada sesama manusia
Cinta jenis ini hanya boleh sampai pada tingkat Athf (simpati). Tanpa memandang perbedaan apapun, cinta jenis ini diwujudkan dalam bentuk menyampaikan kebenaran dan mengajak kepada keselamatan dunia akhirat, dan menghindar dari hal-hal buruk.

3. Cinta kepada sesama Muslim
Cinta, pada tingkatan ini, diikuti Shabaabah ( Empati ). Diwujudkan dalam kedekatan hubungan layaknya dengan orang yang memiliki hubungan persaudaraan dengan kita.

4. Cinta kepada orang Mukmin
Cinta, pada tingkat ini, diikuti perasaan yang lebih dalam yaitu berupa As Syauq (kerinduan) dan diberikan kepada sesama Mukmin. Kepada mereka dapat kita berikan cinta dan kasih sayang.

5. Cinta kepada Rasulullah dan Islam yang diajarkannya
Tingkatannya tidak boleh sampai kepada penghambaan, tetapi hanya sampai tingkat ‘Isyq (kemesraan) dan diwujudkan dengan cara meneladani beliau dan menghidupkan sunnahnya.

6. Cinta kepada Allah
Adalah cinta yang tingkatannya tertinggi, terbesar dan utama, hanya boleh diberikan kepada Allah saja. Cinta tingkatan ini mencakup penghambaan dan penyembahan terhadap yang dicintai (Allah).

Hubungan dengan tingkatan cinta yang lebih tinggi tentunya meliputi perasaan yang ada pada tingkat cinta dibawahnya, namun cinta dan perasaan pada tingkat yang lebih rendah tidak boleh melebihi cinta dan perasaan yang diberikan kepada tingkatan cinta yang diatasnya.

Cinta kepada materi hanya boleh sampai kecintaan yang sekedarnya / biasa saja, tidak boleh sampai pada tingkat simpati terlebih sampai kepada penghambaan.

Contohnya cinta kepada materi hanya boleh sampai kecintaan yang sekedarnya / biasa saja, tidak boleh sampai pada tingkat simpati terlebih sampai kepada penghambaan.

Cinta kepada selain Allah harus tetap dalam kerangka cinta kita kepada Allah. Mencintai kesemuanya dalam rangka cinta kita kepada Allah.

يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُّسَمًّى ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِن قِطْمِيرٍ

“Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari “ (Fathir : 13)

إِن تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ

“Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui”
(Fathir : 14 ).

Cinta kepada selain Allah harus tetap dalam kerangka cinta kita kepada Allah. Mencintai kesemuanya dalam rangka cinta kita kepada Allah.

Dengan demikian kemampuan menata cinta itu sangat penting, agar kita mampu membagi dan menempatkan setiap jenis cinta sesuai porsinya. Selain itu akan memudahkan kita dalam menentukan prioritas, menentukan mana yang harus didahulukan ketika di hadapkan pada pilihan-pilihan dalam melakukan kegiatan sehari-hari yang pada hakekatnya kesemuanya itu kelak akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah. Dan supaya kita berhati-hati agar tidak terjatuh pada lembah kemusyrikan. (Prima Yuniarti/voa-islam.com)
Zailand Vw Zanky Al-Fur'iny 29 Agustus jam 16:39 Balas

Oleh: Ustadz Abdullah bin Taslim al-Bathoni

Seorang kepala rumah tangga yang benar-benar mencintai dan menyayangi istri dan anak-anaknya mentadari bahwa cinta dan kasih sayang sejati terhadap mereka tidak hanya diwujudkan dengan mencukupi kebutuhan duniawi dan fasilitas hidup mereka. Akan tetapi yang lebih penting dari semua itu adalah pemenuhan kebutuhan rohani mereka terhadap pengajaran dan bimbingan agama yang bersumber dari petunjuk al-Qur’an dan as-Sunnah. Inilah bukti cinta dan kasih saying yang sebenarnya, karena diwujudkan dengan sesuatu yang bermanfaat dan kekal di dunia dan di akhirat nanti.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. At-Tahrim: 6)

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu ketika menfsirkan ayat di atas berkata: “(maknanya): Ajarkanlah kebaikan kepada dirimu dan keluargamu.”

Kemudian, hendaknya seorang kepala rumah tangga menyadari bahwa dengan melaksanakan perintah Allah ini, berarti dia telah mengusahakan kebaikan besar dalam rumah tangganya, yang dengan ini akan ada banyak masalah dalam keluarganya yang teratasi.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan (dosa)mu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan kamu).” (QS. Asy-Syura: 30)

Inilah makna salah seorang Ulama Salaf yang mengatakan: “Sungguh ketika aku bemksiat kepada Allah, maka aku melihat pengruh buruk perbuatan maksiat tersebut pada tingkah laku istriku…”

Barangsiapa yamg mengharapkan cinta dan kasih sayangnya terhadap keluarganya kekal abadi di dunia sampai akhirat nanti, maka hendaknya ia melandsi cinta dan kasih sayangnya karena Allah semata, dengan cara saling menasihati dan tolong menolong dalam ketaatan kepada-Nya.

Lebih dari itu, dengan melaksanakan perintah Allah ini seorang hamba –dengan izin Allah- akan melihat pada diri istri dan anak-anaknya kebaikan yang akan menyejukkan pandangan matanya dan hatinya.
Oleh karena itulah Allah memuji hamba-hamba-Nya yang bertaqwa ketika mereka mengucapkan permohonan ini kepada-Nya, dalam firman-Nya:
“Dan (mereka adalah) orang-orang yang berdo’a: “Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyejuk (pandangan) mata (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orng-orang yang bertaqwa.” (QS. Al-Furqan: 74)

Imam Hasan al-Basri rahimahullah ketika ditanya tentang makna ayat di atas, beliau berkata: “Allah akan memperlihatkan kepada hamba-Nya yang beriman ketaatan kepada Allah pada diri istri, saudara dan orang-orang yang dicintainya. Demi Allah., tidak ada sesuatu pun yang lebih menyejukkan pandangan mata seorang Muslim dari pada ketika dia melihat istri, anak, cucu, saudara dan orang-orang yang di cintainya taat kepada Allah Subhanhu wa Ta’ala.

Akhirnya kami menutup tulisan ini dengan berdo’a kepada Allah agar senantiasa melimpahlkan taufik-Nya kepada kita semua dalam menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya pada diri kita sendiri maupun keluarga kita.

Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyejuk (pandangan) mata (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orng-orang yang bertaqwa. Amin...

Puasa Orang Sakit

Sesuatu yang ringan, seperti batuk atau pusing tidak boleh menjadikan seseorang membatalkan puasanya. Tetapi jika menurut pemeriksaan dokter atau menurut kebiasaan, sakit tersebut makin berbahaya atau membuat lama sembuhnya jika yang bersangkutan puasa maka boleh baginya berbuka.


Jika puasa menyebabkannya pingsan maka dibolehkan baginya berbuka tapi wajib mengqadha'. Jika dia pingsan di tengah hari lalu sadar sebelum terbenam matahari atau sesudahnya maka puasanya sah, jika masih dalam keadaan puasa. Namun jika pingsannya tersebut sejak fajar hingga terbenam matahari (Maghrib) maka menurut jumhur ulama puasanya batal. Sedangkan qadha' puasa karena pingsan adalah wajib.


Barangsiapa diserang lapar atau haus yang sangat sehingga ditakutkan membinasakan dirinya atau diduga kuat membuat tidak berfungsinya sebagian inderanya maka ia boleh berbuka lalu mengqadhanya.


Para pekerja berat tidak boleh berbuka puasa. Tetapi jika meninggalkan kerja membahayakan dirinya, dan ia takut binasa di tengah hari maka boleh baginya berbuka lalu mengqadhanya. Adapun ujian di sekolah atau di universitas maka hal itu bukanlah suatu udzur (alasan) untuk boleh berbuka puasa.


Orang sakit yang diharapkan sembuhnya maka setelah sembuh ia harus mengqadha puasanya dan tidak boleh menggantinya dengan fidyah (memberi makanan). Adapun orang sakit yang tidak ada harapan sembuh, demikian pula dengan orang yang tua renta, maka tiap harinya dia memberi makan satu orang miskin sebanyak setengah sha' (kurang lebih 1,25 kg.) dari makanan pokok negerinya (seperti beras).


Orang yang sakit lalu sembuh dan memungkinkan baginya untuk mengqadha, tetapi belum dilakukannya sampai ia meninggal dunia maka harus dikeluarkan dari sebagian hartanya untuk memberi makan orang miskin dengan hitungan sebanyak hari yang ditinggalkannya. Jika salah seorang kerabatnya berpuasa untuknya, maka hal itu dibolehkan.

Wallahu'alam Bishshawab...

Fatwa-Fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

Pertanyaan:

Apabila seseorang tertidur dan belum berbuka dan ia tidak bangun dari tidurnya kecuali pagi-pagi pada hari yang kedua apakah baginya untuk melanjutkan shaumnya atau berbuka ?



Jawab:

Baginya untuk meneruskan shaumnya. Yang demikian itu pernah terjadi pada Qois bin Sormah, ia pergi bekerja dan waktu itu tepat permulaan diwajibkannya shaum. Apabila ia tertidur sebelum makan maka ia tidak membolehkan dirinya untuk makan, kemudian ia pulang ke istrinya dan bertanya, “Apakah ada makanan?” Istrinya menjawab, “Tidak. Tetapi aku akan pergi dan memintakan makanan untukmu.” Setelah kembali ternyata didapatinya ia sudah tidur lalu istrinya berkata, “Engkau telah rugi,” atau yang semakna dengan ucapan ini. Kemudian ia pergi kerja lagi sampai pertengahan hari dan tertidur lagi, kemudian Allah menurunkan ayat, “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu, mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, … sampai firman-Nya…."Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar."



[soal 5]:: Yang harus dilakukan saat sahur ketika terdengar adzan Subuh ::



Pertanyaan:

Apabila seseorang sedang makan sahur kemudian muadzin mengumandangkan adzan apakah wajib baginya untuk membuang/mengeluarkan apa-apa yang ada di mulutnya ataukah memakannya?



Jawab:

Adapun yang ada di mulutnya maka tidak boleh untuk mengeluarkannya akan tetapi tidak boleh memakan sesuatu apapun setelahnya kecuali air berdasarkan hadits sunan Abu Dawud dari Abu Hurairah bahwa Nabi bersabda, “Apabila muadzin telah mengumandangkan adzan, sedangkan bejana masih dalam tangan seseorang, maka hendaklah dia mengambil keperluan darinya.” Maka dengan hadits ini tidak mengapa seseorang untuk meminum apabila telah dikumandangkan adzan oleh muadzin dengan syarat air tersebut masih dipegang oleh tangannya.

Salah satu ciri orang mukmin

Salah satu ciri orang mukmin adalah bila dia melakukan perbuatan kekejian atau menzalimi dirinya sendiri, maka mereka pun mengingat Allah kemudian beristighfar meminta ampun kepada Allah atas dosa-dosa mereka. Dalam beribadah kepada Allah, mereka mengamalkan asma’ Allah Al Ghafur Ar Rahim dan Allah Maha penerima taubat serta Maha penyayang kepada hamba-hambaNya yang bertaubat dengan tulus. Tetapi dia juga tidak tertipu dengan sifat maghfirah (mengampuni dosa) dan rahmah (penyayang) yang ada pada diri Allah Subhanahu wa ta’ala. Sehingga dia tidak akan mempunyai pikiran untuk bermudah-mudah melakukan maksiat dengan dalih nantinya pasti bisa bertaubat dan Allah adalah Dzat yang Maha menerima taubat.
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah, keluarganya, sahabatnya, dan orang orang yang mengikutinya. Wa ba’du. Ke hadapan anda wahai saudara-saudaraku fatwa-fatwa Syaikh Al-Allamah Al-Muhaddits Al-Fahhamah Muqbil bin Hadi al-Wadi’i seputar shaum. Yang dirangkum dari kitab Qam’u Al- Mu’anid dan Ijabatu As-Sail dan Nashaih wa Fadhaih dan kitab Gharatu Al-Asyrithah. Akan bermanfaat bagi para pemula dan tidak menutup kemungkinan bagi para thalabul ilmi yang senior.


Untuk Saudaraku,

Kumpulan 44 Fatwa Muqbil bin Hadi al-Wadi’I Syaikh Al-Allamah Al-Muhaddits Al-Fahhamah Muqbil bin Hadi al-Wadi’i

Silsilah Al Muntaqa min Fatawa Asy Syaikh Al Allamah Muqbil bin Hadi Al Wadi'i

Judul Asli : Bulugh Al Maram min Fatawa Ash Shiyam As-ilah Ajaba 'alaiha Asy

Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi'i

Peringkas : Abu Malik Al Maqthory Abu Tholhah Ad Duba'i

Penerbit : Al Maktabah As Salafiyyah Ad Da'wiyyah – Masjid Jamal Ad Din – Al Bab Al Kabir – Al Yaman – Ta'iz

Ebook Compiled by akhukum fillah

La Adri At Tilmidz
-------------------
MENEBAR ILMU dan TEGAKKAN SUNNAH

[soal 1]
:: Kapan waktu niat ::

Pertanyaan:

Apakah wajib berniat shaum di bulan Ramadhan setiap harinya ataukah cukup satu kali niat saja untuk sebulan penuh? Dan kapan sempurnanya hal itu ?

Jawab:

Nabi bersabda, “Setiap amalan bergantung pada niat dan bagi setiap seseorang (akan mendapatkan) apa yang dia niatkan.” Maka ini adalah dalil tentang keharusan niat dalam amalan-amalan. Dan yang jelas adalah seseorang harus berniat di setiap harinya. Dan bukan artinya ia harus mengatakan, “Nawaitu untuk berpuasa pada hari ini dan itu di bulan Ramadhan.” Akan tetapi niat adalah maksud atau tujuan, bangunmu untuk melaksanakan sahur dianggap sudah berniat demikian juga penjagaanmu dari makanan dan minuman adalah berarti sudah berniat. Dan adapun hadits, “Barangsiapa yang tidak bermalam dengan niat shaum maka tidak ada shaum baginya,” Ini adalah hadits mudhtorrib. Walaupun sebagian ulama menghasankannya tapi yang benar adalah mudhtorrib.



Hadits mudhtorrib adalah hadits yang datang dari banyak jalan dan berbeda-beda lafazhnya sehingga tidak bisa untuk dirajihkan, dan hadits mudhtarib ini termasuk dalam kerangka hadits-hadits dhaif.


RISALAH RAMADHAN
Kumpulan 44 Fatwa Muqbil bin Hadi al-Wadi’i
Penerjemah Ibnu Abi Yusuf
Editor Ustadz Abu Hamzah
Setting & Lay Out Afaf Abu Rafif
Penerbit Pustaka Ats-TsiQaatPress
Jl. Kota Baru III No 12
Telp 022 5205831
Cetakan Ke-I Sya'ban 1423 H/Oktober 2002 M

Jalan Keluar Dari Fitnah

Fitnah adalah cobaan dan ujian, untuk menampakkan dengan ujian ini siapa yang jujur keimanannya, yang kokoh aqidahnya dan siapa yang mudzabdzab (plin-plan) yang mudah terombang-ambing pada tiupan pertama badai fitnah.

Dan fitnah-fitnah itu banyak macamnya. Akan semakin banyak, semakin besar dan semakin baru pada akhir zaman. Firnah itu banyak ragamnya, dan manusia hidup bersama fitnah-fitnah itu pada setiap sisi kehidupannya, akan tetapi ada yang mengurangi dan ada pula yang memperbanyak fitnah tersebut dan Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan bahwasanya harta dan anak-anak adalah
fitnah, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.
"Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-harta mu dan
anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuatdemikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi" [Al-Munaafiquun : 9]

Harta dan anak adalah fitnah. Barangsiapa yang lebih mementingkan kecintaan kepada harta, anak, negara, keluarga, perdagangan dan tempat tinggal di atas kecintaan kepada Allah dan RasulNya maka tunggulah sejelek-jelek akibatnya.
Allah Azza wa Jalla berfirman.
"Artinya : Katakanlah : "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara,
isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan,
perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya" Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik" [At-Taubah : 24]

Maka harta dan anak adalah fitnah, dan isteri juga fitnah, Allah Azza wa
Jalla berfirman.
"Artinya : Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara
isteri-isterimu dan anak-anakmua ada yang menjadi musuh bagimu, maka
hati-hatilah kamu terhadap mereka" [At-Taghaabun : 14]

Maka janganlah kalian mendahulukan kecintaan kepada mereka daripada
kecintaan kepda Allah dan RasulNya, dan janganlah mendahulukan ketaatan kepada mereka di atas ketaatan kepada Allah dan RasulNya dan janganlah kalian disibukkan oleh mereka dari perkara-perkara yang dapat mendekatkan diri kalian kepada Allah Azza wa Jalla, hati-hatilah !

Kebaikan dan kejelekan adalah fitnah. Allah Azza wa Jalla berfirman.
"Artinya : Dan kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan" [Al-Anbiyaa : 35]

Kebaikan dapat berupa harta, hujan, tanah yang subur dan
kenikmatan-kenikmatan. Adapun kejelekan dapat berupa bencana, ujian,
paceklik (tidak turun hujan), kelaparan dan sakit, ini semua adalah fitnah
(cobaan) yang menimpa manusia. Allah Azza wa Jalla berfirman.
"Artinya : Dan kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan" [Al-Anbiyaa : 35]

Ketaatan dan kemaksiatan juga merupakan fitnah (cobaan). Dan manusia
diperintahkan untuk taat dan dilarang bermaksiat. Fitnah berbentuk ketaatan misalnya : Tiba waktu shalat dan ibadah dan tiba pula waktu menikmati makanan, minuman, bersenang-senang dan yang lainnya, maka mana yang didahulukan ? Ini adalah musibah dan ujian. Musibah dan ujian dari Allah Azza wa Jalla.

Manusia yang satu juga fitnah bagi manusia yang lainnya, Allah Azza wa Jalla berfirman.
"Artinya : Dan Kami jadikan sebagian kamu cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar ? ; dan adalah Rabbmu Maha Melihat [Al-Furqaan : 20]

Dan manusia itu, Allah uji sebagian mereka dengan yang lainnya, orang-orang mukmin diuji dengan orang kafir, atau dengan orang-orang munafik. Allah memuji hamba-hambaNya, sebagian mereka dengan sebagian yang lainnya, Allah Azza wa jalla berfirman.
"Artinya : Apbila Allah mennghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebagian kamu dengan sebagian yang lain" [Muhammad : 4]

Maka seorang mukmin dan muslim diuji dengan musuh-musuhnya dari kalangan orang-orang kafir, munafik dan orang-orang yang berbuat maksiat ; agar jelas bagaimana sikapnya terhadap mereka (musuh-musush tersebut) dengan dakwah kepada Allah, amar ma'ruf anhi munkar, dan jihad, atau ia pasrah dan tetap santai. Apabila keadaannya adalah seperti yang pertama, -yaitu berdakwah kepada Allah, amar ma'ruf nahi munkar, dan jihad- berarti dia berada di atas kebaikan dan berhasil menghadapi ujian, namun apabila keadaannya seperti yang kedua -yaitu pasrah dan tetap santai, tidak menghalangi manusia padahal
mereka diatas kejelekan, tidak mendakwahi mereka kepada Allah, tidak beramar ma'ruf nahi munkar dan tidak berjihad di jalan Allah, tetapi hanya tunduk pasrah dan tetap santai- berarti rugi dan gagal dalam ujian. Allah Azza wa
jalla telah berfirman.
"Artinya : Dan Kami jadikan sebagian kamu cobaan bagi sebagian yang lain" [Al-Furqaan : 20]

Termasuk fitnah yang besar, adalah fitnah perpeahan, perselisihan dan
munculnya firqoh-firqoh (kelompok-kelompok) dan jama'ah-jama'ah. Ini adalah fitnah yang paling besar dan telah dikabarkan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, sebagaimana dalam hadits Irbadh bin ariyah radhiyallahu 'anhu,dia berkata : "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memberi nasehat kepada kami dengan nasehat yang mendalam, yang menggetarkan hati dan meneteskan air mata, kami berkata, "Wahai Rasulullah, seakan-akan ini adalah nasehat orang yang akan berpisah, maka berilah wasiat kepada kamu" Beliau bersabda.
"Artinya : Aku wasiatkan kepada kalian agar bertaqwa kepada Allah, mendengar dan taat"

Mendengar dan taat, yakni kepada pemerintah muslimin, karena pada yang demikian menumbuhkan persatuan kalimat dan kekuatan serta kewibawaan umat di hadapan msush-musuhnya. Jika umat bersatu dibawah pemimpinnya, bersatu dibawah penguasanya yang mukmin, maka hal itu akan menjadikan umat ini kuat dan berwibawa.

Saat ini dunia sedang diguncang oleh badai
fitnah syahwat dan betapa banyaknya, fitnah-fitnah syubhat, kesesatan dan ilhad (penyimpangan) dan alangkah banyaknya !

Fitnah-fitnah ini menimpa pada hati-hati manusia, maka hati mana yang
mengingkarinya? Sudah tentu hati yang mengingkarinya adalah hati orang yang faqih, yang memahami Kitabullah Allah Azza wa Jalla, yang mengetahui hukum-hukum Allah pada perkara ini. Adapun orang-orang yang jahil, ia tertipu oleh fitnah tersebut dan mengaguminya serta menganggapnya sebagai kemajuan dan modernisasai, sedang yang menjauhkan diri dari fitnah-fitnah itu adalah kekakuan dan kebodohan menurut mereka.

Fatwa-Fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

[soal 2]
:: Apa yang harus dilakukan bila mengetahui waktu Ramadhan setelah terbit fajar ::



Pertanyaan:

Apabila seseorang bangun dari tidurnya setelah terbit fajar pada hari pertama di bulan Ramadhan kemudian dia makan, sedang dia dalam keadaan tidak mengetahui kalau hari itu adalah awal bulan Ramadhan dan diberitahukan setelahnya. Apakah ia terus berpuasa atau berbuka ?



Jawab:

Ya, ia berpuasa dan tidak ada mudharat baginya karena ia mengira masih ada sisa malam kemudian dia berpuasa dan puasanya benar.



[soal 3]
:: Puasa sehari sebelum Ramadhan karena ragu ::



Pertanyaan:

Apakah boleh bagi seorang yang ragu akan awal masuknya bulan Ramadhan untuk berpuasa sehari sebelumnya?



Jawab:

Dari kalangan Al-Hanabilah (pengikutnya madzhab Ahmad pent) ada yang berpendapat seperti itu akan tetapi yang benar adalah tidak dibolehkan puasa sebagaimana sabda Nabi, “Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan shaum sehari sebelumnya atau dua hari sebelumnya.” Dan dari sahabat Ammar bin Yasir, “Barangsiapa yang berpuasa pada hari syakk (ragu-ragu) maka telah bermaksiat kepada Abul Qasim.” Maka yang shahih sekali lagi adalah tidak boleh berpuasa dan Nabi bersabda, “Berpuasalah kalian dengan melihat ru’yah dan berbukalah dengan melihat ru’yah. Jika tertutupi awan maka sempurnakanlah hitungan Sya’ban 30 hari.” Maka tidak ada lagi hal yang tersisa setelah keterangan ini.
KESETIAAN ISTERI KEPADA SUAMINYA

Oleh Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin Abdir Razzaq

Teguh dengan kesetiaan yang jujur merupakan sifat wanita yang paling utama.

Sebuah kisah menyebutkan, bahwasanya Asma’ binti 'Umais adalah isteri Ja’far bin Abi Thalib, lalu menjadi isteri Abu Bakar sepeninggalnya, kemudian setelah itu dinikahi oleh ‘Ali Radhiyallahu ‘anhu. Suatu kali kedua puteranya, Muhammad bin Ja’far dan Muhammad bin Abi Bakar saling membanggakan. Masing-masing mengatakan, “Aku lebih baik dibandingkan dirimu, ayahku lebih baik dibandingkan ayahmu.” Mendengar hal itu, ‘Ali berkata, “Putuskan perkara di antara keduanya, wahai Asma’.” Ia mengatakan, “Aku tidak melihat pemuda Arab yang lebih baik dibandingkan Ja’far dan aku tidak melihat pria tua yang lebih baik dibandingkan Abu Bakar.” ‘Ali mengatakan, “Engkau tidak menyisakan untuk kami sedikit pun. Seandainya engkau mengatakan selain yang engkau katakan, niscaya aku murka kepadamu.” Asma’ berkata, “Dari ketiganya, engkaulah yang paling sedikit dari mereka untuk dipilih” [1]

Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu berwasiat agar Asma’ binti ‘Umais Radhiyallahu ‘anhuma memandikannya (saat kematiannya). Ia pun melakukannya, sedangkan ia dalam keadaan berpuasa. Lalu ia bertanya kepada kaum Muhajirin yang datang, “Aku berpuasa dan sekarang adalah hari yang sangat dingin, apakah aku wajib (harus) mandi?” Mereka menjawab, “Tidak.” Sebelumnya Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu menekankan kepadanya agar (ketika memandikannya) dia tidak dalam keadaan berpuasa, seraya mengatakan, “Itu membuatmu lebih kuat.”

Kemudian ia teringat sumpah Abu Bakar pada akhir siang, maka ia meminta air lalu meminumnya seraya mengatakan, “Demi Allah, aku tidak ingin mengiringi sumpahnya pada hari ini dengan melanggarnya” [2]

Ketika kaum pendosa lagi fasik mengepung pemimpin yang berbakti dan “sang korban pembunuhan” kaum berdosa, ‘Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu ‘anhu dan mereka menyerangnya dengan pedang, maka isterinya (Na'ilah binti al-Furafishah) maju ke hadapan beliau sehingga menjadi pelindung baginya dari kematian. Para pembunuh yang bengis ini tidak menghiraukan kehormatan wanita ini dan mereka terus menebas ‘Utsman dengan pedang, (namun sang isteri menangkisnya) dengan mengepalkan jari-jari tangannya, hingga jari-jarinya terlepas dari tangannya. Isterinya menggandengnya lalu terjatuh bersamanya, kemudian mereka membunuh ‘Utsman [3].

Ketika Amirul Mukminin Mu’awiyah Radhiyallahu ‘anhu melamarnya, ia menolak seraya mengatakan, “Demi Allah, tidak ada seorang pun yang dapat menggantikan kedudukan 'Utsman (sebagai suamiku) selamanya."[4]

Di antara tanda-tanda kesetiaan banyak wanita shalihah kepada suami mereka setelah kematiannya bahwa mereka tidak menikah lagi. Tidak ada yang dituju melainkan agar tetap menjadi isteri mereka di dalam Surga"[5]

Dari Maimun bin Mihran, ia mengatakan: “Mu’awiyah bin Abi Sufyan Radhiyallahu ‘anhu meminang Ummud Darda’, tetapi ia menolak menikah dengannya seraya mengatakan, ‘Aku mendengar Abud Darda’ mengatakan: ‘Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda.

ÇáúãóÑúÃóÉõ Ýöíú ÂÎöÑö ÃóÒúæóÇÌöåóÇ¡ Ãóæú ÞóÇáó: áÂÎöÑö ÃóÒúæóÇÌöåóÇ.

“Artinya :Wanita itu bersama suaminya yang terakhir,’ atau beliau mengatakan, ‘untuk suaminya yang terakhir"[6]

Dari ‘Ikrimah bahwa Asma’ binti Abi Bakar menjadi isteri az-Zubair bin al-‘Awwam, dan dia keras terhadapnya. Lalu Asma’ datang kepada ayahnya untuk mengadukan hal itu kepadanya, maka dia mengatakan, “Wahai puteriku, bersabarlah! Sebab, jika wanita memiliki suami yang shalih, kemudian dia mati meninggalkannya, lalu ia tidak menikah sepeninggalnya, maka keduanya dikumpulkan di dalam Surga” [7]

Dari Jubair bin Nufair, dari Ummud Darda’ bahwa dia berkata kepada Abud Darda’, “Sesungguhnya engkau telah meminangku kepada kedua orang tuaku di dunia, lalu mereka menikahkanmu denganku. Dan sekarang, aku meminangmu kepada dirimu di akhirat.” Abud Darda’ mengatakan, “Kalau begitu, janganlah menikah sepeninggalku.” Ketika Mu’awiyah meminangnya, lalu ia menceritakan tentang apa yang telah terjadi, maka Mu’awiyah mengatakan, “Berpuasalah! [8]

Ketika Sulaiman bin ‘Abdil Malik keluar dan dia disertai Sulaiman bin al-Muhlib bin Abi Shafrah dari Damaskus untuk melancong, keduanya melewati sebuah pekuburan. Tiba-tiba terdapat seorang wanita sedang duduk di atas pemakaman dengan keadaan menangis. Lalu angin berhembus sehingga menyingkap cadar dari wajahnya, maka ia seolah-olah mendung yang tersingkap matahari. Maka kami berdiri dalam keadaan tercengang. Kami memandangnya, lalu Ibnul Muhlib berkata kepadanya, “Wahai wanita hamba Allah, apakah engkau mau menjadi isteri Amirul Mukminin?” Ia memandang keduanya, kemudian memandang kuburan, dan mengatakan:

"Jangan engkau bertanya tentang keinginanku
Sebab keinginan itu pada orang yang dikuburkan ini, wahai pemuda
Sesungguhnya aku malu kepadanya sedangkan tanah ada di antara kita
Sebagaimana halnya aku malu kepadanya ketika dia melihatku”

Maka, kami pergi dalam keadaan tercengang.[9]

Di antara teladan yang pantas disebutkan sebagai teladan utama dari para wanita tersebut adalah Fathimah binti ‘Abdil Malik bin Marwan. Fathimah binti Amirul Mukminin ‘Abdil Malik bin Marwan ini pada saat menikah, ayahnya memiliki kekuasaan yang sangat besar atas Syam, Irak, Hijaz, Yaman, Iran, Qafqasiya, Qarim dan wilayah di balik sungai hingga Bukhara dan Janwah bagian timur, juga Mesir, Sudan, Libya, Tunisia, Aljazair, Barat jauh, dan Spanyol bagian Barat. Fathimah ini bukan hanya puteri Khalifah Agung, bahkan dia juga saudara empat khalifah Islam terkemuka: al-Walid bin ‘Abdil Malik, Sulaiman bin ‘Abdil Malik, Yazid bin ‘Abdil Malik dan Hisyam bin ‘Abdil Malik. Lebih dari itu dia adalah isteri Khalifah terkemuka yang dikenal Islam setelah empat khalifah di awal Islam, yaitu Amirul Mukminin ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz.

Puteri khalifah, dan khalifah adalah kakeknya
Saudara khalifah, dan khalifah adalah suaminya

Wanita mulia yang merupakan puteri khalifah dan saudara empat khalifah ini keluar dari rumah ayahnya menuju rumah suami-nya pada hari dia diboyong kepadanya dengan membawa harta termahal yang dimiliki seorang wanita di muka bumi ini berupa perhiasan. Konon, di antara perhiasan ini adalah dua liontin Maria yang termasyhur dalam sejarah dan sering disenandungkan para penya’ir. Sepasang liontin ini saja setara dengan harta karun.

Ketika suaminya, Amirul Mukminin, memerintahkannya agar membawa semua perhiasannya ke Baitul Mal, dia tidak menolak dan tidak membantahnya sedikit pun.

Wanita agung ini -lebih dari itu- ketika suaminya, Amirul Mukminin ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz wafat meninggalkannya tanpa meninggalkan sesuatu pun untuk diri dan anak-anaknya, kemudian pengurus Baitul Mal datang kepadanya dan mengatakan, “Perhiasanmu, wahai sayyidati, masih tetap seperti sedia kala, dan aku menilainya sebagai amanat (titipan) untukmu serta aku memeliharanya untuk hari tersebut. Dan sekarang, aku datang meminta izin kepadamu untuk membawa (kembali) perhiasan tersebut (kepadamu).”

Fathimah memberi jawaban bahwa perhiasan tersebut telah dihibahkannya untuk Baitul Mal bagi kepentingan kaum muslimin, karena mentaati Amirul Mukminin. Kemudian dia mengatakan, “Apakah aku akan mentaatinya semasa hidupnya, dan aku mendurhakainya setelah kematiannya? [10]

[Disalin dari kitab Isyratun Nisaa Minal Alif Ilal Yaa, Edisi Indonesia Panduan Lengkap Nikah Dari A Sampai Z, Penulis Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin Abdir Razzaq, Penterjemah Ahmad Saikhu, Penerbit Pustaka Ibnu Katsair]
__________
Foote Note
[1]. Thabaqaat Ibni Sa’ad (II/2080), Abu Nu’aim dalam al-Hilyah (II/36), Siyar A’laamin Nubalaa’ (II/286); al-Ishaabah (VII/491).
[2]. Thabaqaat Ibni Sa’ad (VIII/208).
[3]. Audatul Hijaab (II/533), dan dinisbatkan kepada ad-Durrul Mantsuur fii Thabaqaat Rabaatil Khuduur (hal. 517).
[4]. Siyar A’laamin Nubalaa’ (VII/343).
[5]. ‘Audatul Hijaab (II/534).
[6]. As-Silsilah ash-Shahiihah, Syaikh al-Albani (no. 1281), shahih.
[7]. As-Silsilah ash-Shahiihah, Syaikh al-Albani (III/276), shahih.
[8]. Siyar A’laamin Nubalaa’ (IV/278).
[9]. Akhbarun Nisaa' (hal. 138), dan kitab ini dinisbatkan secara keliru kepada Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. Yang benar bahwa beliau tidak pernah menulis kitab ini.
[10]. ‘Audatul Hijaab (II/538) Almanhaj.or.id

Berpuasa sesuai sunnah Nabi yg mulia alaihi sholatu wasalam

Doa bebuka puasa.
Hadits Dho'if ttng berbuka puasa :
Dari Mu'adz bin Zhuhrah bahwasanya tlh smp kpdnya, sesungguhnya Nabi sholallohu alaihi wasalam apabila berbuka (puasa) Beliau mengucapkan "Allohumma laka shumtu....." (HR. Abu Dawud 2358, Baihaqi 4/239 dll).
Hadits tsb diatas dikatakan mursal, krn Mu'adz bin Zuhrah adlh seorg Tabi'in bukan seorg Sahabat, jadi ada sanat yg terputus antara Sahabat & Tabi'in. Shg Haditsnya di kategorikan Dho'if.
Sementara hadits yg Hasan ttng doa berbuka puasa adlh sbb :
Doa yg biasa diucapkan Rosululloh SAW kethka berbuka puasa :
"Dzahabazh zhoma'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru insya Alloh" yg artinya "tlh hilang rasa haus & urat2 tlh basah serta pahala tlh ditetapkan, insya Alloh." (HR. Abxu Dawud 2357, Ad dara quthni III/1401 no.2247 & Al Hakim I/422, hadits ini di hasankan oleh Syaikh Al Albani dlm kitab Irwaa-ul gholiil no.920).
Catatan :
Dgn dmkn doa berbuka : "Allohumma laka sumtu....."
Haditsnya terputus hingga Tabi'in tdk dpt diamalkan, sementara yg benar yaitu : "Dzahabazh zhoma'u....."
Caranya :
- Dgn membaca bismillah
- kemudian memulai minum
- baru membaca doa spt di atas
Referensi :
* Al Masaa-il (Abdul Hakim bin Amir Abdat), Darul Qalam, Jakarta catatan ke 2 th 2004 M
* Adab harian muslhm teladan, Abdul Hamid bin Abdurrahman as suhaibani, pustaka Ibnu Katsir Bogor, cetakan 1, januari 2005 M halaman 184-185.

Mengapa Banyak Ilmu Kita Yang Menghilang?

Jika anda termasuk orang yang suka mengumpulkan sertifikat dan ijasah, sekali waktu coba perhatikan berapa banyak jumlah sertifikat yang anda miliki itu. Kemudian, perhatikan kembali sertifikat itu satu demi satu, sambil mengingat kembali event apa yang anda ikuti sehingga anda berhak mendapatkan sertifikatnya. Selanjutnya, coba ingat-ingat kembali; topik, ilmu atau keterampilan apa yang anda pelajari dalam event itu. Lalu, tanyakan kepada diri sendiri; berapa banyak ilmu atau keterampilan itu yang masih anda miliki hingga saat ini? Jika anda masih mengingat keseluruhan ilmu yang diwakili oleh sertifikat itu, anda termasuk orang istimewa. Sebab, kebanyakan orang hanya memiliki sertifikatnya saja, namun sudah tidak lagi memiliki ilmunya. Mengapa bisa demikian?



Di komplek perumahan yang saya tinggali terdapat beberapa unit rumah kosong. Kata orang, rumah-rumah tersebut sudah belasan tahun tidak ditinggali. Dulu, rumah-rumah itu tampak cantik dan tertata rapi. Namun setelah ditinggalkan, debu-debu yang dibiarkan lama kelamaan menyebabkan menempelnya segala kotoran. Lantas, hujan dan panas yang datang silih berganti menyebabkan kayu-kayu rumah itu menjadi lapuk. Sekarang, bahkan atapnya nyaris ambruk. Semua jendelanya hancur, pintu dan kusen-kusen tak lagi berujud. Beda sekali dengan rumah-rumah lain disekitarnya yang terus dihuni. Meskipun umurnya sama tak muda, namun, rumah-rumah berpenghuni tampak tetap indah tak kurang suatu apapun.



Saya menjadi teringat akan frase ’use it, or loose it’. Rumah kita akan lebih cepat hancur jika tidak digunakan. Hey, bukankah pepatah itu biasa kita gunakan untuk otak kita? The brain; use it, or loose it. Kita hanya memiliki dua opsi atas otak kita; (1) Menggunakannya, atau (2) Kehilangannya. Memang, kita tidak secara signifikan kehilangan ukuran fisik otak, namun mungkin kita kehilangan ’isinya’. Ukuran otak kita boleh saja besar. Dan kedalam otak yang besar itu boleh saja kita sudah memasukkan segala macam ilmu dan pengetahuan. Dan sebagai bukti bahwa kita pernah memasukkan banyak hal kedalam otak itu, kita memiliki sertifikatnya. Namun, ketika segala sesuatu yang sudah kita masukkan kedalam otak itu terlalu lama tidak digunakan, mungkin akan lenyap juga.



Sekarang, mari kita bahas 3 kemiripan rumah kosong tadi dengan ilmu pengetahuan kita. Pertama, sertifikat diklat identik dengan sertifikat kepemilikan properti. Kedua, tanah tempat rumah itu dibangun identik dengan otak tempat kita menyimpan ilmu pengetahuan. Ketiga, rumah yang dibangun ditanah itu identik dengan ilmu yang disimpan dalam otak kita.



Meskipun rumah itu tidak digunakan, sang pemilik rumah tidak serta merta kehilangan sertifikatnya. Dia tetap memiliki sertifikat itu. Sama dengan kita. Meskipun kita tidak menggunakan ilmu pengetahuan itu, namun kita masih memiliki sertifikatnya. Ukuran tanah rumah-rumah itu tidak berkurang. Mungkin ukuran otak kita juga tidak berkurang. Namun, rumah yang dibiarkan kosong itu kini nyaris tidak berbentuk lagi, hingga lebih cocok disebut ’reruntuhan’. Boleh jadi, ilmu pengetahuan kita yang bersertifikat itu pun kini tinggal ’reruntuhan’ karena sudah terlalu lama tidak digunakan.



Bayangkan jika sang pemilik rumah kosong tadi membeli properti dimana-mana. Mengumpulkan sertifikatnya. Lalu membiarkan semua properti yang sudah dibelinya tidak digunakan. Sekarang, bayangkan perusahaan memiliki komitment untuk mengirim kita mengikuti diklat ini dan itu, hingga mendapatkan banyak sertifikat. Namun, kita seperti sang pemilik rumah yang tidak menggunakan rumah-rumah yang telah dibelinya tadi. Boleh jadi, itulah sebabnya; mengapa banyak ilmu kita yang menghilang. Meskipun kita masih menyimpan sertifikatnya dalam map dan figura-figura yang indah; namun. Kita sudah tidak lagi memiliki ilmunya.

Ramadhan …

Ramadhan …
Bulan yang dirindukan telah tiba, ahlan wa sahlan, marhaban bika ya Ramadhan...
Ramadhan adalah bulan penuh barakah, indah penuh maghfirah, yang di dalamnya Allah turunkan kitab mulia, petunjuk dan cahaya, di dalamnya Allah memberikan kemenangan besar bagi hambaNya pada saat perang Badr. Untuk itu amal shaleh yang dilakukan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bagaikan derasnya hembusan angin dan air yang mengalir. Para sahabat dan salafussaleh senantiasa berlomba-lomba meraih keridlaan Allah dengan meraih kebaikan dan amal ibadah pada bulan tersebut.
Semoga kita dapat meraih kebaikan-kebaikan di bulan yang mulia ini seperti apa yang telah di contohkan para pendahulu yang shaleh dari umat Islam ini.

Menuai pahala di bulan penuh berkah

Wahai saudaraku, sesungguhnya kita semua tengah menyambut tamu yg agung & mulia. Yg tdk dtng kpd kita melainkan satu kali dlm setahun. Ia jarang mengunjungi kita, hingga kita sangat cinta pdnya. Tamu yg membuat hati berdebar2 krn cinta kpdnya & jiwa2 beriman pun sibuk beribadah kpd Robbnya pd saat itu juga. Ya, itulah bln Romadhon. Bln musim kebajikan, dmn nikmat Alloh azza wa jalla pd bln tsb melebihi dari bln2 yg lainya. Oleh krn itu bagi setiap insan yg beriman ia akan selalu berusaha utk berpacu & berlomba dgn saudara2 muslim yg lainya utk merengkuh keutamaan & kemuliaan yg ada di dlmnya. Rosululloh sholallohu alaihi wasalam tlh menjelaskan melalui sabda & perbuatan beliau ttng amalan2 kebaikan yg tlh di lakukan pd bln yg mulia ini, antara lain :
- Puasa
- Sholat tarawih
- Bershodaqoh
- Memberi makan utk berbuka kpd org yg berpuasa
- Bersungguh2 dlm membaca al Qur'an
- Duduk di masjid smp matahari terbit
- I'tikaf di masjid
- Melakukan umroh
- Mencari malam lailatul qodar
- Memperbanyak dzikir, doa & istighfar
Demikian wahai saudaraku secercah nasihat & juga hadiah yg dpt kami haturkan kpdmu dgn hati yg tulus & cinta kpd Alloh azza wa jalla semata. Kita berdoa kpd Alloh azza wa jalla smg mengumpulkan kita dlm kampung keselamatan yg senantiasa mengalir rahmat Nya, Amin. Wallohu A'lam.

Bid'ah2 di bln Romadhon

Rosululloh sholallohu alaihi wasalam bersabda : "Barangsiapa yg mengamalkan satu amalan yg dibuat2 dlm ajaran kami (agama) pdhal amalan itu bkn berasal dari agama ini, maka amalan tsb tertolak." (HR. Bukhori 2697, Muslim 1718).
Ketahuilah ! Agama yg dibawa oleh Rosululloh tlh sempurna, tdk bisa ditambah/dikurangi, pd hakekatnya org yg melakukan penambahan/pengurangan tsb beranggapan bahwa islam ini msh kurang, hal ini terbantahkan oleh firman Alloh azza wa jalla dlm (Qs. al Maidah 3).
Sebab terjerumusnya org ke dlm bid'ah.
Menurut perkataan Syaikh Ali bin Hasan aLHalabi :
- Kebodohan ttng sumber hukum & cara pemahamanya.
- Mengikuti hawa nafsu dlm menetapkan hukum.
- Menjadikan Akal sbg tolok ukur hukum syar'i (lht Ilmu Ushulil Bida' 43).
Macam bid'ah di bln Romadhon
* Mempergunakan hisab didlm menentukan awal Romadhon.
Rosululloh bersabda : Puasalah krn melihat (hilal) & berbukalah krn melihatnya. Jika awan menghalangi kalian maka genapkanlah tiga puluh hari. (Bukhori 1900, Muslim 1080).
* Saat melihat hilal mengangkat tangan sambil berdoa, yg biasa mrk baca : tlh dtng bln Mu, sangat agung kedudukan Mu, bln yg penuh berkah.
* Keliling kota/desa saat menyambutnya (punggahan). Yg benar, sambutlah bln Ini dgn penuh kebahagiaan, kerinduan & penghormatan, dlm firman Nya (Qs. yunus 58).
* Berziarah kubur menjelang Romadhon & sesudahnya (pengkhususan waktu).
* Memgkhususkan memba2 ayat ttng puasa ketika sholat isya' di awal bln.
* Mandi limau (yaitu mandi utk menyambut bln tsb dgn adanya keyakinan2 tertentu).
* Sholat lailatul Qodr (bkn sholat tarawih).
* Adanya waktu imsak sblm fajar.
* Berteriak2/memukul beduk ketika membangunkan rahur.
* Merayakan malam khatam al Qur'an.
* Mengada2 gerakan/ucapan dlm sholat tarawih yg tdk ada tuntunanya dari sunnah.
* Melafazhkan niat : nawaitu shouma ghodin...
Insya Alloh bermanfaat bagi saya & antum semua, amin...!
Wallohu A'lam.

SALAD BUAH

BAHAN: Aneka buah2an spt stawberi, anggur, apel, kiwi, melon, semangka dll,dikupas dan diptong2.
Saus: 150g mayonais, 100ml susu kental manis, 50g keju parut.
Cara Membuat: Aduk semua bhn jd satu, masukkan kedlm kulkas. Ketika disajikan beri es batu keprok.
Seger bgt bwt buka puasa.

Ramadhan …

Ramadhan …
Bulan yang dirindukan telah tiba, ahlan wa sahlan, marhaban bika ya Ramadhan...
Ramadhan adalah bulan penuh barakah, indah penuh maghfirah, yang di dalamnya Allah turunkan kitab mulia, petunjuk dan cahaya, di dalamnya Allah memberikan kemenangan besar bagi hambaNya pada saat perang Badr. Untuk itu amal shaleh yang dilakukan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bagaikan derasnya hembusan angin dan air yang mengalir. Para sahabat dan salafussaleh senantiasa berlomba-lomba meraih keridlaan Allah dengan meraih kebaikan dan amal ibadah pada bulan tersebut.
Semoga kita dapat meraih kebaikan-kebaikan di bulan yang mulia ini seperti apa yang telah di contohkan para pendahulu yang shaleh dari umat Islam ini.

Doa Menyambut Datangnya Bulan Ramadan

a`uudzu billaahi minasy-syaythaanir-rajiim
Aku berlindung kepada Allah SWT dari godaan setan yang terkutuk

bismillaahir rahmaanir rahiim
Dengan menyebut nama Allah SWT Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

marhaban ahlan wa sahlan yaa syahra Ramadhan
Salam dan selamat datang wahai bulan Ramadan

marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-qur'aan
Salam dan selamat datang wahai bulan Quran

marhaban ahlan wa sahlan yaa syahran-nur
Salam dan selamat datang wahai bulan (yang penuh) cahaya

marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-ijtimaa`
Salam dan selamat datang wahai bulan pertemuan

marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-fuqaraa'
Salam dan selamat datang wahai bulannya kaum miskin

marhaban ahlan wa sahlan yaa syahrat-tawbati wal-rujuu`
Salam dan selamat datang wahai bulan tobat dan kembali

marhaban ahlan wa sahlan yaa syahrad-du`aa'i wal-wuquuf
Salam dan selamat datang wahai bulan doa dan wuquf (permohonan)

marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-fuqaraa'i wadh-dhu`afaa'
Salam dan selamat datang wahai bulannya kaum miskin dan lemah

marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-ihsan
Salam dan selamat datang wahai bulan Ihsan

marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-`ushat
Salam dan selamat datang wahai bulannya para pendosa

marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-fawzi wal-falaah
Salam dan selamat datang wahai bulan kemenangan dan keberhasilan

marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-munaajaati wat-tasbih
Salam dan selamat datang wahai bulan munajat dan pensucian

marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-da`wati wal-irsyaad
Salam dan selamat datang wahai bulan dakwah (seruan) dan bimbingan

marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-taraawiihi wal-qiyaam
Salam dan selamat datang wahai bulan tarawih dan qiyam (berdiri)

marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-mashaabiiha wal-qanaadiil
Salam dan selamat datang wahai bulan lentera-lentera dan segala cahaya

marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-khazaa'ini wal-kunuuz
Salam dan selamat datang wahai bulan kantong dan harta karun

marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-malaa'ikati was-salaam
Salam dan selamat datang wahai bulan malaikat-malaikat dan keselamatan

marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-ifthaari wal-suhuur
Salam dan selamat datang wahai bulan buka (puasa) dan sahur

marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-mutsiirati wal-ashabb
Salam dan selamat datang wahai bulan persemaian dan tuli dari segala dosa

marhaban ahlan wa sahlan yaa syahradh-dhu`afaa'
Salam dan selamat datang wahai bulan kaum yang lemah

marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-ajri wal-jazaa'
Salam dan selamat datang wahai bulan pembayaran kembali dan pemberian pahala

marhaban ahlan wa sahlan yaa syahrash-shabri wash-shiyam
Salam dan selamat datang wahai bulan sabar dan puasa

marhaban ahlan wa sahlan yaa syahras-sa`aadah
Salam dan selamat datang wahai bulan penuh kegembiraan

marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-miftaah
Salam dan selamat datang wahai bulan kunci

marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-washli wal-wishal
Salam dan selamat datang wahai bulan penyatuan dan pertemuan kembali

marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-wadaadi wal-muhabbah
Salam dan selamat datang wahai bulan persahabatan dan cinta

marhaban ahlan wa sahlan yaa Sayyidasy-Syuhuur
Salam dan selamat datang wahai penghulu dari semua bulan

lam na`rif qadraka wa lam nahfazh hurmataka yaa syahral-ghufraan
Kami belum memperlakukanmu sesuai dengan kebesaran nilaimu
Tidak pula mensucikanmu, wahai bulan pengampunan

fa ardha `annaa wa laa tasykuu minnaa ilar-Rahmaan
Namun demikian, ridalah terhadap kami, jangan salahkan kami di hadapan Yang Maha Pengasih

wa kun syaahidan lanaa bi fadhli wa al-ihsaan
Dan bersaksilah untuk kami dengan kebaikan dan ihsan!

AMIN.................


PERSIKABUMI MENGUCAPKAN SELAMAT MENJALANKAN IBADAH SYAUM.

MOHON DIMAAFKAN ATAS SEGALA DOSA, KESALAHAN DAN KEKHILAFAN KAMI.