Ingredient:
• BEEF 120g
• Japanese white radish 150gr
• Carrot 50g
• 2 potatoes
• 1/3 burdock
• 1/2 konnyaku (a gelatious food made from devil's-tongue starch)
• Soup stock of 5 cups
• Miso 80Gr
Directions
1. cut pork, Japanese white radish, carrot, potatoes like a ginkgo’s leaf.
2. Slice a burdock thin. After that, put them into water.
3. Boil konnyaku and tear them.
4. Boil the soup stock and put all of ingredients into a pot.
5. Dissolve miso in the water.
6. Serve them dish and finish!
Golden needle mushroom-enoki (Jin-Gen-Gu 金根菇)
Golden-needle-mushroom (Jin-Gen-Gu atau enoki) berhasil membunuh 95% sel sel kanker (Taiwan Report)
Setiap kali saya makan steam boat, saya pasti bertanya kepada pelayan, apakah mereka memiliki jamur enoki hari ini? Kadang kala ada, kadang kala tidak. Apa yang terjadi saat mereka tidak punya jamur ini?
Saya akan membeli jamur ini ke supermarket dulu, baru kemudian saya kembali ke restoran steam boat tersebut.
Hmm, saya tidak tahu, kenapa saya sangat menyukai jamur ini. Ternyata, jamur ini juga memiliki manfaat yang baik untuk kita. Mau tahu kenapa, coba lihat info berikut..
Penelitian yang dilakukan oleh Singapore U menunjukkan bahwa dengan mengkonsumsi jamur enoki dapat menghancurkan 95% sel-sel kanker dalam tubuh, dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Professor Phan Hwai Chong dari Yang Ming Research Centre di Taiwan mengatakan bahwa mengkonsumsi jamur jenis ini, yang salah satu unsur terkandung di dalamnya mampu melipatgandakan sel pertahanan tubuh, di mana sel ini membasmi sel-sel kanker tersebut.
Para peneliti Amerika pun telah melakukan tes atas efektifitas ekstrak jamur ini di dalam darah dan hasil riset menunjukkan bahwa ekstrak jamur ini mampu membunuh sel-sel kanker.
Menurut profesor dari Taiwan, karena sel-sel daya tahan tubuh dapat dilipatgandakan menjadi ribuan bahkan jutaan sel, maka jamur ini juga dapat dimakan langsung. Jamur enoki ini biasaya sering digunakan sebagai makanan dalam masakan rebus (steam boat).
Memasak jamur ini harus kurang dari 3 menit atau khasiat yang dimiliki jamur ini akan hilang.
ADA trik khusus mengolah ikan menjadi makanan menarik dan sedap disantap. Mulai dari menghilangkan bau amis, bumbu yang akan dipakai hingga pada bahan yang dipergunakan dalam olahan ikan.
Seperti ikan salmon, yang kaya akan lemak omega-3 ini baik bagi otak. Akan terasa lezat jika kita mengolahnya bersama jamur enoki yang renyah ketika dimakan. Soal kandungan protein, jangan takut karena jamur mungil ini merupakan sumber vitamin D dan sedikit vitamin B-komplek bagi tubuh
Setiap kali saya makan steam boat, saya pasti bertanya kepada pelayan, apakah mereka memiliki jamur enoki hari ini? Kadang kala ada, kadang kala tidak. Apa yang terjadi saat mereka tidak punya jamur ini?
Saya akan membeli jamur ini ke supermarket dulu, baru kemudian saya kembali ke restoran steam boat tersebut.
Hmm, saya tidak tahu, kenapa saya sangat menyukai jamur ini. Ternyata, jamur ini juga memiliki manfaat yang baik untuk kita. Mau tahu kenapa, coba lihat info berikut..
Penelitian yang dilakukan oleh Singapore U menunjukkan bahwa dengan mengkonsumsi jamur enoki dapat menghancurkan 95% sel-sel kanker dalam tubuh, dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Professor Phan Hwai Chong dari Yang Ming Research Centre di Taiwan mengatakan bahwa mengkonsumsi jamur jenis ini, yang salah satu unsur terkandung di dalamnya mampu melipatgandakan sel pertahanan tubuh, di mana sel ini membasmi sel-sel kanker tersebut.
Para peneliti Amerika pun telah melakukan tes atas efektifitas ekstrak jamur ini di dalam darah dan hasil riset menunjukkan bahwa ekstrak jamur ini mampu membunuh sel-sel kanker.
Menurut profesor dari Taiwan, karena sel-sel daya tahan tubuh dapat dilipatgandakan menjadi ribuan bahkan jutaan sel, maka jamur ini juga dapat dimakan langsung. Jamur enoki ini biasaya sering digunakan sebagai makanan dalam masakan rebus (steam boat).
Memasak jamur ini harus kurang dari 3 menit atau khasiat yang dimiliki jamur ini akan hilang.
ADA trik khusus mengolah ikan menjadi makanan menarik dan sedap disantap. Mulai dari menghilangkan bau amis, bumbu yang akan dipakai hingga pada bahan yang dipergunakan dalam olahan ikan.
Seperti ikan salmon, yang kaya akan lemak omega-3 ini baik bagi otak. Akan terasa lezat jika kita mengolahnya bersama jamur enoki yang renyah ketika dimakan. Soal kandungan protein, jangan takut karena jamur mungil ini merupakan sumber vitamin D dan sedikit vitamin B-komplek bagi tubuh
Renkon no hasamiage
Bahan-bahan (untuk 2 orang)
• Renkon 250 gr
• Paprika merah 1/2
• Green paprika 10
• Kanji
• Minyak sayur
• Garam
• Bahan isi:
• Babi cincang 150 gr
• Negi mijingiri 1/2 (kira2 50 gr)
• Air jahe 1 sdt
• Miso 1 sdt
• Garam dan merica sedikit
Cara membuat:
1. Kupas renkon, potong jadi 12 (kira2 5 mm)
2. Masukan dalam air selama 10 menit, tiriskan. Lap dengan paper towel
3. Buang bagian atas paprika, potong vertikal dengan ketebalan 1 cm
4. Buang sedikit bagian atas paprika hijau. Tusuk2 dengan tusuk sate
5. Masukan bahan2 untuk daging, campur dengan tangan sampai lengket. Bagi jadi 6 bagian, bentuk sedikit lonjong.
6. Letakan renkon, beri sedikit kanji diatasnya. Beri daging diatas 6 potong renkon. Tutup daging dengan renkon lagi (dengan kanji menempel pada daging)
7. Tekan renkon sampai daging masuk kedalam lubang2nya. Kalau daging meluber dibagian pinggiran renkon, masukan dalam renkon lagi sambil dibentuk dengan tangan.
8. Setelah semua potongan ditekan, beri sedikit kanji disekeliling bagian daging.
9. Siapkan wajan 26 cm diameter. Beri minyak dengan ketinggian 2 cm, panaskan sampai 160-175 degree (kalau sumpit kering dimasukan kedasar wajan akan muncul bubble pelaaan pelaan) - low degree
10. Masukan paprika. Goreng sebentar, angkat. Masukan paprika hijau. Goreng sebentar.
11. Setelah itu angkat semua, tiriskan dan beri garam sedikit.
12. Panaskan minyak lagi sampai panas sedang 170-180 degree (kalau sumpit kering dimasukan kewajan akan muncul buble dengan cepat)
13. Masukan potongan renkon satu demi satu perlahan-lahan. Goreng selama 5 menit. Setelah permukaan berubah warna, balik. Goreng sampai semua bagian golden brown. Angkat dan tiriskan.
• Renkon 250 gr
• Paprika merah 1/2
• Green paprika 10
• Kanji
• Minyak sayur
• Garam
• Bahan isi:
• Babi cincang 150 gr
• Negi mijingiri 1/2 (kira2 50 gr)
• Air jahe 1 sdt
• Miso 1 sdt
• Garam dan merica sedikit
Cara membuat:
1. Kupas renkon, potong jadi 12 (kira2 5 mm)
2. Masukan dalam air selama 10 menit, tiriskan. Lap dengan paper towel
3. Buang bagian atas paprika, potong vertikal dengan ketebalan 1 cm
4. Buang sedikit bagian atas paprika hijau. Tusuk2 dengan tusuk sate
5. Masukan bahan2 untuk daging, campur dengan tangan sampai lengket. Bagi jadi 6 bagian, bentuk sedikit lonjong.
6. Letakan renkon, beri sedikit kanji diatasnya. Beri daging diatas 6 potong renkon. Tutup daging dengan renkon lagi (dengan kanji menempel pada daging)
7. Tekan renkon sampai daging masuk kedalam lubang2nya. Kalau daging meluber dibagian pinggiran renkon, masukan dalam renkon lagi sambil dibentuk dengan tangan.
8. Setelah semua potongan ditekan, beri sedikit kanji disekeliling bagian daging.
9. Siapkan wajan 26 cm diameter. Beri minyak dengan ketinggian 2 cm, panaskan sampai 160-175 degree (kalau sumpit kering dimasukan kedasar wajan akan muncul bubble pelaaan pelaan) - low degree
10. Masukan paprika. Goreng sebentar, angkat. Masukan paprika hijau. Goreng sebentar.
11. Setelah itu angkat semua, tiriskan dan beri garam sedikit.
12. Panaskan minyak lagi sampai panas sedang 170-180 degree (kalau sumpit kering dimasukan kewajan akan muncul buble dengan cepat)
13. Masukan potongan renkon satu demi satu perlahan-lahan. Goreng selama 5 menit. Setelah permukaan berubah warna, balik. Goreng sampai semua bagian golden brown. Angkat dan tiriskan.
Salmon Roll Saus Jepang
Bahan-bahan:
- 1 ekor ikan salmon fillet
- Jamur enoki (mirip taoge) secukupnya
- Wortel, potong panjang tipis atau diserut
- Garam dan merica hitam secukupnya
- Saus yakiniku siap pakai
Cara Membuat:
- Letakkan jamur enoki dan serutan wortel di atas salmon fillet.
- Taburi campuran garam dan merica hitam di atasnya. Gulung dan sisihkan.
- Tuang minyak goreng secukupnya di atas wajan datar.
- Goreng salmon gulung sambil dibolak-balik selama tiga menit hingga salmon berubah warna kecokelatan, angkat, tiriskan.
- Santap dengan saus yakiniku yang beraroma bawang putih
- 1 ekor ikan salmon fillet
- Jamur enoki (mirip taoge) secukupnya
- Wortel, potong panjang tipis atau diserut
- Garam dan merica hitam secukupnya
- Saus yakiniku siap pakai
Cara Membuat:
- Letakkan jamur enoki dan serutan wortel di atas salmon fillet.
- Taburi campuran garam dan merica hitam di atasnya. Gulung dan sisihkan.
- Tuang minyak goreng secukupnya di atas wajan datar.
- Goreng salmon gulung sambil dibolak-balik selama tiga menit hingga salmon berubah warna kecokelatan, angkat, tiriskan.
- Santap dengan saus yakiniku yang beraroma bawang putih
Omelet Jamur Saus Jamur
Bahan:
1 sdm mentega
4 butir telur ayam, kocok hingga berbuih
1 sdm keju krim
75 g jamur kancing, tumis
20 g bawang Bombay, iris halus, tumis
75 ml susu segar
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt garam
Saus Jamur:
1 sdm mentega
20 g bawang Bombay, cincang
100 g jamur enoki/jamur shitake, iris halus
1 sdm kecap asin
1 sdm saus tomat
1 sdt gula pasir
1 sdt air jeruk nipis
200 ml air
1 sdt tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
Cara membuat:
1. Campur telur dengan keju krim, jamur, bawang Bombay dan bahan lainnya hingga rata. Panaskan wajan dadar, masukkan mentega, biarkan hingga leleh.
2. Tuang sebagian telur kocok. Masak hingga matang kedua sisinya. Angkat.
1 sdm mentega
4 butir telur ayam, kocok hingga berbuih
1 sdm keju krim
75 g jamur kancing, tumis
20 g bawang Bombay, iris halus, tumis
75 ml susu segar
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt garam
Saus Jamur:
1 sdm mentega
20 g bawang Bombay, cincang
100 g jamur enoki/jamur shitake, iris halus
1 sdm kecap asin
1 sdm saus tomat
1 sdt gula pasir
1 sdt air jeruk nipis
200 ml air
1 sdt tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
Cara membuat:
1. Campur telur dengan keju krim, jamur, bawang Bombay dan bahan lainnya hingga rata. Panaskan wajan dadar, masukkan mentega, biarkan hingga leleh.
2. Tuang sebagian telur kocok. Masak hingga matang kedua sisinya. Angkat.
Gyu Enoki Maki
Jumlah Porsi : 1
Jumlah Kalori : 370
Jenis Makanan : » Utama
Untuk : » Siang » Malam
» Bahan Utama
3 ptg Daging sapi
200 gr Jamur enoki
200 gr Taoge
100gr Tepung sagu
Minyak goreng
» Saus
150 ml Soyu
150 ml Mirin
400 ml Air
200 gr Gula pasir
50 gr Daun bawang
20 gr Bawang Putih
Tetelan daging
Garam
Lada
Cara Membuat :
1. Jamur enoki digulung didalam irisan daging, dengan kepala jamur menghadap keluar, kemudian diberi bumbu lalu gulirkan ditepung sagu
2. Masukkan semua bahan sauce dan masak, kemudian masukkan daun bawang dan bawang putih, masak agak lama kemudian sisihkan.
3. Panaskan minyak goreng, masukkan touge, masak sampai matang, sisihkan.
4. Panaskan minyak secukupnya, kemudian masak daging tadi sampai matang, lalu pisahkan minyak kemudian siram dengan saus, sajikan bersama touge.
Jumlah Kalori : 370
Jenis Makanan : » Utama
Untuk : » Siang » Malam
» Bahan Utama
3 ptg Daging sapi
200 gr Jamur enoki
200 gr Taoge
100gr Tepung sagu
Minyak goreng
» Saus
150 ml Soyu
150 ml Mirin
400 ml Air
200 gr Gula pasir
50 gr Daun bawang
20 gr Bawang Putih
Tetelan daging
Garam
Lada
Cara Membuat :
1. Jamur enoki digulung didalam irisan daging, dengan kepala jamur menghadap keluar, kemudian diberi bumbu lalu gulirkan ditepung sagu
2. Masukkan semua bahan sauce dan masak, kemudian masukkan daun bawang dan bawang putih, masak agak lama kemudian sisihkan.
3. Panaskan minyak goreng, masukkan touge, masak sampai matang, sisihkan.
4. Panaskan minyak secukupnya, kemudian masak daging tadi sampai matang, lalu pisahkan minyak kemudian siram dengan saus, sajikan bersama touge.
Sup Krim Jamur
memasak : 30′
persiapan : 15′ Mudah
4 porsi
Bahan:
2 sdm mentega
50 g bawang Bombay, cincang
2 siung bawang putih, cincang
300 g jamur champignon, iris tipis
300 ml air
2 buah MAGGI Kaldu Blok Rasa Ayam
5 sdm NESTLɮ DANCOW Full Cream
300 ml air
sdt pala bubuk
Pelengkap:
Crouton
Krim Kental
Cara membuat :
• Tumis bawang Bombay dan bawang putih hingga layu.
• Masukkan jamur, aduk hingga layu.
• Tuangi air, tambahkan MAGGI, didihkan. Angkat
• .Masukkan ke dalam mangkuk blender, proses hingga lembut.
• Tuang kembali ke dalam panci, didihkan.
• Larutkan susu dan air, tuangkan ke dalam panci, didihkan hingga kental. Angkat.
• Sajikan dengan Pelengkapnya.
- Kalori : 121
Kal Protein : 4.725 gr Lemak : 7.7 gr Karbohidrat : 9.5 gr Serat : 1.21 gr
persiapan : 15′ Mudah
4 porsi
Bahan:
2 sdm mentega
50 g bawang Bombay, cincang
2 siung bawang putih, cincang
300 g jamur champignon, iris tipis
300 ml air
2 buah MAGGI Kaldu Blok Rasa Ayam
5 sdm NESTLɮ DANCOW Full Cream
300 ml air
sdt pala bubuk
Pelengkap:
Crouton
Krim Kental
Cara membuat :
• Tumis bawang Bombay dan bawang putih hingga layu.
• Masukkan jamur, aduk hingga layu.
• Tuangi air, tambahkan MAGGI, didihkan. Angkat
• .Masukkan ke dalam mangkuk blender, proses hingga lembut.
• Tuang kembali ke dalam panci, didihkan.
• Larutkan susu dan air, tuangkan ke dalam panci, didihkan hingga kental. Angkat.
• Sajikan dengan Pelengkapnya.
- Kalori : 121
Kal Protein : 4.725 gr Lemak : 7.7 gr Karbohidrat : 9.5 gr Serat : 1.21 gr
modern sushi
Kebangkitan era sushi fushion
California sushi roll di temukan di Los Angeles, California sekitar tahun 70-an dan merupakan loncatan/perubahan besar dalam budaya sushi. Sushi tersebut disebarkan danpopuler di dunia barat. Hingga California roll di temukan, banyak resep-resep sushi diluar Jepang menggunakan resep Jepang asli. California roll seringkali dibuat sesuai dengan permintaan untuk menggunakan crab stick untuk hidaangan yang memusatkan pada penggunaan makanan laut terbaik sebisa mungkin.
Alpukat merupakan bahan yang tepat untuk orang-orang yang masih asing terhadap konsumsi ikan mentah. Crab stick, yang terbuat dari ikan dasar (daging ikan putih) dengan saripati kepiting, juga tidak mempunyai rasa ikan yang kental, dan bentuknya seperti ikan mentah, di samping itu alpukat melengkapinya dengan tekstur yang berminyak yang sering di miliki oleh banyak jenis sashimi. Ke dua bahan tersebut di gulung dengan nasi yang diletakan didalam atau di luar nasi tersebut, yang mana roll di sisi luar atau uramaki dibuat banyak pertimbangan dalam penggunaan nori, yang mana tidak banyak makanan pembuka untuk pelanggan orang barat.
Bahan-bahan inti dari sushi ini terdiri dari alpukat, crab stick dan irisan kecil timun Jepang. Timun yang digunakan berguna untuk menghilangkan aroma yang kuat dari alpukat, yang mana sering di gunakan oleh beberapa koki sushi untuk beberapa jenis sushi saja akhir-akhir ini, tetapi 30 tahun kemudian, sering digunakan dalam setiap jenis roll sushi.
California roll merupakan cikal bakal dimulainya gaya sushi “FUSHION” baru (sering disebut California sushi di Jepang). Ini merupakan sebuah terobosan yang suskes, dan banyak bahan-bahan dan kombinasi sushi baru mulai terlihat di kedai sushi. Ini merupakan pembuktian bahwa banyak bahan-bahan yang dapat di gunakan untuk sebuah sushi dan bukan bahan yang di ambil dari Jepang dengan hasil yang cukap baik.sekarang banyak ragam sushi roll yang muncul; saking banyaknya sehingga sulit membuat kreasi sushi untuk melengkapi daftar sushi roll tersebut. Bagaimanapun tidak ada yang dapat mengalahkan kesederhanaan dari California roll dan caranya dalam merevolusi dunia sushi.
California sushi roll di temukan di Los Angeles, California sekitar tahun 70-an dan merupakan loncatan/perubahan besar dalam budaya sushi. Sushi tersebut disebarkan danpopuler di dunia barat. Hingga California roll di temukan, banyak resep-resep sushi diluar Jepang menggunakan resep Jepang asli. California roll seringkali dibuat sesuai dengan permintaan untuk menggunakan crab stick untuk hidaangan yang memusatkan pada penggunaan makanan laut terbaik sebisa mungkin.
Alpukat merupakan bahan yang tepat untuk orang-orang yang masih asing terhadap konsumsi ikan mentah. Crab stick, yang terbuat dari ikan dasar (daging ikan putih) dengan saripati kepiting, juga tidak mempunyai rasa ikan yang kental, dan bentuknya seperti ikan mentah, di samping itu alpukat melengkapinya dengan tekstur yang berminyak yang sering di miliki oleh banyak jenis sashimi. Ke dua bahan tersebut di gulung dengan nasi yang diletakan didalam atau di luar nasi tersebut, yang mana roll di sisi luar atau uramaki dibuat banyak pertimbangan dalam penggunaan nori, yang mana tidak banyak makanan pembuka untuk pelanggan orang barat.
Bahan-bahan inti dari sushi ini terdiri dari alpukat, crab stick dan irisan kecil timun Jepang. Timun yang digunakan berguna untuk menghilangkan aroma yang kuat dari alpukat, yang mana sering di gunakan oleh beberapa koki sushi untuk beberapa jenis sushi saja akhir-akhir ini, tetapi 30 tahun kemudian, sering digunakan dalam setiap jenis roll sushi.
California roll merupakan cikal bakal dimulainya gaya sushi “FUSHION” baru (sering disebut California sushi di Jepang). Ini merupakan sebuah terobosan yang suskes, dan banyak bahan-bahan dan kombinasi sushi baru mulai terlihat di kedai sushi. Ini merupakan pembuktian bahwa banyak bahan-bahan yang dapat di gunakan untuk sebuah sushi dan bukan bahan yang di ambil dari Jepang dengan hasil yang cukap baik.sekarang banyak ragam sushi roll yang muncul; saking banyaknya sehingga sulit membuat kreasi sushi untuk melengkapi daftar sushi roll tersebut. Bagaimanapun tidak ada yang dapat mengalahkan kesederhanaan dari California roll dan caranya dalam merevolusi dunia sushi.
SHIMA SUSHI
Sushi pulau atau shima sushi merupakan salah satu jenis sushi yang berasal dari pulau hachijyo yang berjarak 150 mil dari Tokyo.sushi ini merupakan bagian dari sushi gaya Edo yang sangat dipengaruhi oleh sushi gaya edo.yang membedakannya shima sushi merendam seluruh permukaan irisan ikan dengan saus soyu, yang kadang-kadang di makan dengan bubuk cabe hijau. Seringkali mustard menjadi pengganti wasabi sebagai pelengkapnya. Shima sushi atau nama pendeknya bekko sushi atau amber sushi membuat warna ikan menjadi coklat mengkilap dengan saus soyu.
METODE ZUKE
Di masa lalu ketika mesin pendingin belum di temukan, banyak koki sushi mengawetkan ikan mentah bahan sushi dengan saus soyu dalam beberapa jam, jadi sodium menghambat pembusukan yang sangat cepat. Inilah yang di sebut dengan metode zuke dan merupakan gaya lama dari persiapan sushi gaya Edo.
Ketika irisan ikan mentah direndam ke dalam saus soyu maka ikan akan kehilangan kandungan air dan soyu mempengaruhi rasa ikan tersebut. Ikan biasanya di awetkan tidak terlalu lama, karena akan terlalu asin rasanya. Hanya sebagian permukaan ikannya saja yang akan di rendam dengan saus soyu, dan bagian dalamnya akan terlihat segar.
Sebagian besar restoran sushi sekarang sudah tidak membuat zuke lagi sejak metode tersebut tidak di perlukan lagi, namun ada sebagian orang yang menyukai bentuk sajiannya dan rasa rendamannya. Shima sushi atau sushi pulau merupakan salah satu jenis sushi zuke yang msih di senangi sampai saat ini.
Ketika irisan ikan mentah direndam ke dalam saus soyu maka ikan akan kehilangan kandungan air dan soyu mempengaruhi rasa ikan tersebut. Ikan biasanya di awetkan tidak terlalu lama, karena akan terlalu asin rasanya. Hanya sebagian permukaan ikannya saja yang akan di rendam dengan saus soyu, dan bagian dalamnya akan terlihat segar.
Sebagian besar restoran sushi sekarang sudah tidak membuat zuke lagi sejak metode tersebut tidak di perlukan lagi, namun ada sebagian orang yang menyukai bentuk sajiannya dan rasa rendamannya. Shima sushi atau sushi pulau merupakan salah satu jenis sushi zuke yang msih di senangi sampai saat ini.
EDOMAE SUSHI
.
Sushi biasanya di kenal seluruh dunia saat ini merupakan kombinasi dari ikan mentah segar, dan nasi yang di bumbui dengan cuka. Bagaimanapun, ini hanyalah variasi tunggal dari beragamnya tipe sushi yang ada di jepang. Tipe sushi yang biasa ini merupakan hidangan masyarakat jepang yang lebih modern yang di kenal diciptakan oleh edo (sekarang Tokyo) daripada bisnis makanan cepat saji selama tahun 1820-an.
Sushi gaya edo merupakan sebuah prodak gaya edo yang terkenal, ketika semakin banyak para pembuat sushi di perbolehkan membangun bisnisnya sendiri. Makanan cepat saji yang terkenal lainnya semasa periode Edo (1603-1868) adalah edomae tempura, edomae soba, danedomae unagi. Masyarakat edo yang terkenal akan gaya hidupnya yang sibuk dan cenderung tidak sabar menjadikan banyak bisnis makanan cepat saji di sana menjadi sukses. Hidangan gaya Edo dikenal lebih asin dan lebih manis bila di bandingkan dengan hidangan lainnya di Jepang.
Sebagaimana tipe sushi lainnya, tipe sushi gaya edo memiliki banyak karakter yang unik yang seyogyanya telah tergantikan oleh ide-ide dan metoda gaya yang baru selama 2 abad berikutnya. Sebagimana penggabungan teknologi pendingin, sushi gaya edo tidak dapat menjadi yang special untuk kota yang tidak mempunyai pelabuhan nelayan (seperti Edo), dan menyebar keseluruh wilayah Jepang, dan seringkali menyebrang lautan. Sebenarnya, seluruh neta atau yang disebut bahan-bahan local berada di pesisir Tokyo, seperti tuna, tongkol, halibut, belut laut dan kerang; itulah alas an nama Edomae diberikan untuk sushi gaya ini. Begitupula sashimi atau ikan mentah yang telah di konsumsi berabad-abad. Ini merupakan pertamakalinya sashimi dikombinasikan dengan salah satu bahan makanan pokok masyarakat Jepang, nasi. Pada akhir-akhir ini ada banyak hambatan yang harus di hadapi dalam bagaimana cara menjual sushi di jalanan, semenjak ikan mentah cepat membusuk dan ikan tersebut hanya dapat di konsumsi ketika ikan baru saja di tangkap (ikan yang masih segar/fresh).
Semenjak sushi disiapkan dan dijual di jalanan dengan menggunakan stand yang tidak ada mesin pendinginnya waktu itu (dan es sangat mahal waktu itu), sushi membutuhkan waktu yang lama untuk terjual (kurang lebih satu porsi di sore hari). Akhirnya banyak bahan-bahan yang di awetkan dalam broth (belut laut, udang, dan kerang) dengan pengecualian tuna, tongkol, dan halibut, merupakan sangat riskan untuk menjaga tekstur ikan mentah tersebut agar tetap segar, jadi ikan-ikan tersebut di awetkan dengan saus soyu (metode zuke) untuk beberapa jam jadi ikan-ikan tersebut dapat terjaga kesegaran tekstur mentahnya yang mana sodium melindungi ikan dari pembusukan yang cepat. Ikan lainnya seperti gizzard shad dan mackerel di rendam dengan garam dan cuka karena ikan tersebut mempunyai bau amis yang sangat kuat dan itu dapat menghilangkannya. Di dalam nasi sushi cuka merupakan zat yang menjaga nasi dari pembusukan, tetapi cuka tersebut tidak merusak cita rasa bahan-bahan lainnya dengan baik. Semenjak itu, tidak semua sashimi di konsumsi dengan wasabi. Sebagai contoh, di Edo, mustard seringkali di gunakan untuk memakan sashimi tongkol segar gizzard shad cocok sekali dengan soga atau jahe parut, dan halibut rata-rata dikonsumsi hanya dengan garam atau vriasi saus dari soyu dan citrus. Sampai kapanpun, wasabi sering digunakan untuk pelengkap sushi gaya Edo, karena wasabi merupakan salah satu bahan yang anti bakteri.
Sushi gaya Edo terus berlanjut sampai hari ini sebagai tradisi tua yang mulai terpecah. Sushi gaya Edo selalu terfokus dan berkonsentrasi dalam bumbu hanya satu resep selama bertahun-thun. Kebudayaan tersebut berubah setelah gaya sushi fushion mulai terkenal di Amerika Serikat, dan sedikit demi sedikit meluas di seluruh dunia. Banyak resep yang dicampur dan diracik untuk menciptakan bumbu baru dalam sushi gaya fushion. Di Jepang, jenis baru dari sushi yang di sebut sosaku sushi atau sushi kreatif menjadi terkenal. Sushi kreatif masih terpusat pada satu bumbu, tetapi kadang-kadang menggunakan bumbu ke dua ( yang mana ini selalu di ambil bukan dari hidangan Jepang seperti caviar atau foes grass) dalam tingkat kecil untuk berbagai ukuran beberapa bumbu. Sushi edomae salah satu hidangan yang smpurna, di mana dapat di buktikan kehilangan khasnya.
Sushi biasanya di kenal seluruh dunia saat ini merupakan kombinasi dari ikan mentah segar, dan nasi yang di bumbui dengan cuka. Bagaimanapun, ini hanyalah variasi tunggal dari beragamnya tipe sushi yang ada di jepang. Tipe sushi yang biasa ini merupakan hidangan masyarakat jepang yang lebih modern yang di kenal diciptakan oleh edo (sekarang Tokyo) daripada bisnis makanan cepat saji selama tahun 1820-an.
Sushi gaya edo merupakan sebuah prodak gaya edo yang terkenal, ketika semakin banyak para pembuat sushi di perbolehkan membangun bisnisnya sendiri. Makanan cepat saji yang terkenal lainnya semasa periode Edo (1603-1868) adalah edomae tempura, edomae soba, danedomae unagi. Masyarakat edo yang terkenal akan gaya hidupnya yang sibuk dan cenderung tidak sabar menjadikan banyak bisnis makanan cepat saji di sana menjadi sukses. Hidangan gaya Edo dikenal lebih asin dan lebih manis bila di bandingkan dengan hidangan lainnya di Jepang.
Sebagaimana tipe sushi lainnya, tipe sushi gaya edo memiliki banyak karakter yang unik yang seyogyanya telah tergantikan oleh ide-ide dan metoda gaya yang baru selama 2 abad berikutnya. Sebagimana penggabungan teknologi pendingin, sushi gaya edo tidak dapat menjadi yang special untuk kota yang tidak mempunyai pelabuhan nelayan (seperti Edo), dan menyebar keseluruh wilayah Jepang, dan seringkali menyebrang lautan. Sebenarnya, seluruh neta atau yang disebut bahan-bahan local berada di pesisir Tokyo, seperti tuna, tongkol, halibut, belut laut dan kerang; itulah alas an nama Edomae diberikan untuk sushi gaya ini. Begitupula sashimi atau ikan mentah yang telah di konsumsi berabad-abad. Ini merupakan pertamakalinya sashimi dikombinasikan dengan salah satu bahan makanan pokok masyarakat Jepang, nasi. Pada akhir-akhir ini ada banyak hambatan yang harus di hadapi dalam bagaimana cara menjual sushi di jalanan, semenjak ikan mentah cepat membusuk dan ikan tersebut hanya dapat di konsumsi ketika ikan baru saja di tangkap (ikan yang masih segar/fresh).
Semenjak sushi disiapkan dan dijual di jalanan dengan menggunakan stand yang tidak ada mesin pendinginnya waktu itu (dan es sangat mahal waktu itu), sushi membutuhkan waktu yang lama untuk terjual (kurang lebih satu porsi di sore hari). Akhirnya banyak bahan-bahan yang di awetkan dalam broth (belut laut, udang, dan kerang) dengan pengecualian tuna, tongkol, dan halibut, merupakan sangat riskan untuk menjaga tekstur ikan mentah tersebut agar tetap segar, jadi ikan-ikan tersebut di awetkan dengan saus soyu (metode zuke) untuk beberapa jam jadi ikan-ikan tersebut dapat terjaga kesegaran tekstur mentahnya yang mana sodium melindungi ikan dari pembusukan yang cepat. Ikan lainnya seperti gizzard shad dan mackerel di rendam dengan garam dan cuka karena ikan tersebut mempunyai bau amis yang sangat kuat dan itu dapat menghilangkannya. Di dalam nasi sushi cuka merupakan zat yang menjaga nasi dari pembusukan, tetapi cuka tersebut tidak merusak cita rasa bahan-bahan lainnya dengan baik. Semenjak itu, tidak semua sashimi di konsumsi dengan wasabi. Sebagai contoh, di Edo, mustard seringkali di gunakan untuk memakan sashimi tongkol segar gizzard shad cocok sekali dengan soga atau jahe parut, dan halibut rata-rata dikonsumsi hanya dengan garam atau vriasi saus dari soyu dan citrus. Sampai kapanpun, wasabi sering digunakan untuk pelengkap sushi gaya Edo, karena wasabi merupakan salah satu bahan yang anti bakteri.
Sushi gaya Edo terus berlanjut sampai hari ini sebagai tradisi tua yang mulai terpecah. Sushi gaya Edo selalu terfokus dan berkonsentrasi dalam bumbu hanya satu resep selama bertahun-thun. Kebudayaan tersebut berubah setelah gaya sushi fushion mulai terkenal di Amerika Serikat, dan sedikit demi sedikit meluas di seluruh dunia. Banyak resep yang dicampur dan diracik untuk menciptakan bumbu baru dalam sushi gaya fushion. Di Jepang, jenis baru dari sushi yang di sebut sosaku sushi atau sushi kreatif menjadi terkenal. Sushi kreatif masih terpusat pada satu bumbu, tetapi kadang-kadang menggunakan bumbu ke dua ( yang mana ini selalu di ambil bukan dari hidangan Jepang seperti caviar atau foes grass) dalam tingkat kecil untuk berbagai ukuran beberapa bumbu. Sushi edomae salah satu hidangan yang smpurna, di mana dapat di buktikan kehilangan khasnya.
SEJARAH SUSHI
Seperti kebanyakan hidangan yang ada di Jepang, restoran sushi banyak di pengaruhi oleh pengaruh Negara lain. Kebanyakan dari masakan sushi bahkan tidak memiliki petunjuk hidangan yang asli sejak di pengaruhi resep-resep makanan yang berbeda dari ribuan tahun yang lalu. Edomae sushi (sushi gaya Edo; Edo merupakan nama terdahulu Tokyo), atau sushi biasa yang di kenal dunia saat ini, adalah kombinasi dari nasi berasa cuka dan sahimi Jepang. Semua bahan-bahan asli local di dapat dari pantai Edo, atau yang sekarang kita enal dengan nama pantai Tokyo.
Sushi juga sering di bingungkan dengan ikan mentah dan nasi. Betul sekali jika sushi mengacu kepada sushi gaya Edo, tetapi sebenarnya, sushi adalah sebutan bagi daging dan ikan yang di fermentasikan (di asamkan). Yang mana di siapkan untuk tujuan pengawetan bahan sushi.
Sushi dipercaya barasal dari Asia Tenggara di mana ikan dan daging diasinkan, kemudian di fermentasikan untuk jangka waktu yang lama. Jejak metode yang sama untuk fermentasi ikan pertama kali di temukan di daratan Cina di abad ke 2 Masehi. Masakan ini dipandang sebagai masakan yang tidak begitu terkenal di waktu itu. Jenis sushi ini tecatat di Jepang pada abad ke 7 Masehi. Kemudian pada periode Heian atau sekitar abad ke 10 di mana nasi yang tidak di masak di masukan ke dalam ikan setelah ikan tersebut di belah, dan di bersihkan dengan sake atau anggur beras Jepang, sebelum ikan-ikan tersebut di fermentasikan. Ikan tawar seperti shima-aji seringkali di gunakan untuk sushi jenis ini, yang sering disebut nare sushi (sushi bungkus). Nasi menjadi bahan yang menjaga proses fermentasi dan membuatnya lebih cepat dalam persiapan dari pada sushi yang asli. Nasi di buang setelah fermentasi selesai (sekitar 2 atau 3 bulan tergantung musim) dan hanya ikan saja yang di konsumsi.
Sekitar periode Muromachi, atau abad 15 Masehi, nare sushi mulai di bagi menjadi 2 jenis, Hon nare (sushi bungkus yang asli) dan Nama nare (sushi bungkus mentah atau sebelum bungkus). Hon nare merupakan jenis sushi yang asli bermula dari abad ke 10 Masehi. Nama nare merupakan jenis yang sama untuk sushi, tetapi nama nare di konsumsi belum jadi. Cara ini nasi di masukan ke dalam ikan untuk menjaga proses fermentasi menjadi sesuatu yang dapat di olah kembali. Nama nare sushi berbeda dengan hon nare dalam hal rasa asam yang lebih terasa di lidah. Semenjak itu nama nare lebih terkenal untuk persiapan yang cepat dan merupakan untuk masakan yang berukuran yang lebih besar.
Sekitar beberapa ribu tahun kemudian, cuka mulai di gunakan untuk mempersingkat waktu persiapan. Cara ini, hanya diperlukan waktu yang sedikit untuk fermentasi, semenjak cuka di gunakan kemudian untuk membuat cita rasa yang berbeda. Ini belum selesai hanya sampai untuk mengurangi waktu dan biaya untuk pembuatan hon nare atau nare sushi. Cara ini sekarang lebih di kenal orang banyak sejak nare sushi kebanyakan mempunyai bau yang sangat amis, dan tidak dapat di pakai untuk membuat macamnya, semenjak itu (bahkan sampai sekarang) tidak pernah berubah. Mulai dari saat itu, sedikit demi sedikit pembuatan fermentasi nare sushi mulai di tinggalkan, dan semenjak itu jenis baru dari sushi yang hanya menggunakan cuka segar dan beras yang sudah di masak di mulai. Trend jenis sushi yang baru ini di mulai di daerah local seperti sushi gaya Osaka, sushi Oshi, Chirasi sushi, dan Nuku sushi hanya beberapa jenis saja. Semua jenis tersebut masih popular di Jepang.
Meskipun sashimi atau irisan ikan mentah telah dikonsumsi di jepang selama beberapa abad, hal ini tidak sampai antara tahun 1827 dan 1829 ketika sushi dan ikan mentah pertama kalinya digabungkan. Ini menjadi cikal bakal apa yang disebut sushi gaya edo. Inilah sushi yang dikenal secara menyeluruh di seluruh dunia saat ini. Ini diciptakan sudah dikenal sebagai makanan cepat saji yang tidak mahal guna mencakup jalanan sibuk edo. Dan terbukti berhasil dari semenjak awal. Nasi cuka yang dibuat secara alami untuk nasi sushi terfermentasi membantu sashimi lembek telalu cepat, dan persiapannya yang cepat menjadikannya ideal untuk membangun bisnis.
Selama akhir 1970-an, bisnis orang2 jepang mulai meluas ke amerika serikat, dan banyak negara lain dan lebih banyak restoran sushi dibuka untuk melayani para pebisnis jepang yang tinggal di negara tersebut. Disamping ditawarkan kepada penduduk lokal, para koki sushi di amerika serikat mencoba keras memperkenalkan sushi kepada orang2 amerika. Akan tetapi sulit sekali untuk memaksa orang amerika untuk mencoba memakan ikan mentah. Kemudian, california roll ditemukan dan menjadikannya tren baru dalam hal ragam sushi. California roll adalah cara yang sempurna untuk memperkenalkan sushi kepada orang2 yang belum terbiasa dengan ikan mentah. Lagi lagi orang2 barat memulai memakan ikan mentah dan banyak adaptasi telah diciptakan terhadap sushi gaya edo guna menyatu dengan budaya barat.
Sejarah sushi sangatlah lama, dan hal yang menarik adalah bahwa sushi berevolusi melintasi waktu. Tanpa nasihat dan tanggapan para customer barat, akan sangatlah sulit bagi para koki sushi terdahulu di jepang guna menciptakan semua gaya baru sushi yang sekarang ini dibuat. Satu hal yang dianggap tabu dalam sushi gaya edo tradisional sebenarnya adalah keluar dari hal2 yang baik. Saat ini, tradisi sushi sudah menyebar ke seluruh dunia. Dan dalam hal ragam sushi. Atau tingkat sushi gaya amerika. Hal ini sudah berlangsung hampir 20 tahun dan mulai meningkat ( sebagai evolusi kuliner ), semenjak tidak adanya revolusi seperti california roll. Banyak roll baru tampak di sana sini tapi hanyalah perbedaan kombinasi dari bahan2 yang ada dengan nama2 yang diberikan kepadanya. Sushi gaya ragam atau sushi gaya amerika adalah lebih kepada sikap yang dipadukan terhadap sushi. Dan sekali lagi, telah terbukti sbagai hidangan evolusi. Akan sangat menarik untuk menunggu dan melihat apa yang akan muncul trend berikutnya dalam sushi.
Sushi juga sering di bingungkan dengan ikan mentah dan nasi. Betul sekali jika sushi mengacu kepada sushi gaya Edo, tetapi sebenarnya, sushi adalah sebutan bagi daging dan ikan yang di fermentasikan (di asamkan). Yang mana di siapkan untuk tujuan pengawetan bahan sushi.
Sushi dipercaya barasal dari Asia Tenggara di mana ikan dan daging diasinkan, kemudian di fermentasikan untuk jangka waktu yang lama. Jejak metode yang sama untuk fermentasi ikan pertama kali di temukan di daratan Cina di abad ke 2 Masehi. Masakan ini dipandang sebagai masakan yang tidak begitu terkenal di waktu itu. Jenis sushi ini tecatat di Jepang pada abad ke 7 Masehi. Kemudian pada periode Heian atau sekitar abad ke 10 di mana nasi yang tidak di masak di masukan ke dalam ikan setelah ikan tersebut di belah, dan di bersihkan dengan sake atau anggur beras Jepang, sebelum ikan-ikan tersebut di fermentasikan. Ikan tawar seperti shima-aji seringkali di gunakan untuk sushi jenis ini, yang sering disebut nare sushi (sushi bungkus). Nasi menjadi bahan yang menjaga proses fermentasi dan membuatnya lebih cepat dalam persiapan dari pada sushi yang asli. Nasi di buang setelah fermentasi selesai (sekitar 2 atau 3 bulan tergantung musim) dan hanya ikan saja yang di konsumsi.
Sekitar periode Muromachi, atau abad 15 Masehi, nare sushi mulai di bagi menjadi 2 jenis, Hon nare (sushi bungkus yang asli) dan Nama nare (sushi bungkus mentah atau sebelum bungkus). Hon nare merupakan jenis sushi yang asli bermula dari abad ke 10 Masehi. Nama nare merupakan jenis yang sama untuk sushi, tetapi nama nare di konsumsi belum jadi. Cara ini nasi di masukan ke dalam ikan untuk menjaga proses fermentasi menjadi sesuatu yang dapat di olah kembali. Nama nare sushi berbeda dengan hon nare dalam hal rasa asam yang lebih terasa di lidah. Semenjak itu nama nare lebih terkenal untuk persiapan yang cepat dan merupakan untuk masakan yang berukuran yang lebih besar.
Sekitar beberapa ribu tahun kemudian, cuka mulai di gunakan untuk mempersingkat waktu persiapan. Cara ini, hanya diperlukan waktu yang sedikit untuk fermentasi, semenjak cuka di gunakan kemudian untuk membuat cita rasa yang berbeda. Ini belum selesai hanya sampai untuk mengurangi waktu dan biaya untuk pembuatan hon nare atau nare sushi. Cara ini sekarang lebih di kenal orang banyak sejak nare sushi kebanyakan mempunyai bau yang sangat amis, dan tidak dapat di pakai untuk membuat macamnya, semenjak itu (bahkan sampai sekarang) tidak pernah berubah. Mulai dari saat itu, sedikit demi sedikit pembuatan fermentasi nare sushi mulai di tinggalkan, dan semenjak itu jenis baru dari sushi yang hanya menggunakan cuka segar dan beras yang sudah di masak di mulai. Trend jenis sushi yang baru ini di mulai di daerah local seperti sushi gaya Osaka, sushi Oshi, Chirasi sushi, dan Nuku sushi hanya beberapa jenis saja. Semua jenis tersebut masih popular di Jepang.
Meskipun sashimi atau irisan ikan mentah telah dikonsumsi di jepang selama beberapa abad, hal ini tidak sampai antara tahun 1827 dan 1829 ketika sushi dan ikan mentah pertama kalinya digabungkan. Ini menjadi cikal bakal apa yang disebut sushi gaya edo. Inilah sushi yang dikenal secara menyeluruh di seluruh dunia saat ini. Ini diciptakan sudah dikenal sebagai makanan cepat saji yang tidak mahal guna mencakup jalanan sibuk edo. Dan terbukti berhasil dari semenjak awal. Nasi cuka yang dibuat secara alami untuk nasi sushi terfermentasi membantu sashimi lembek telalu cepat, dan persiapannya yang cepat menjadikannya ideal untuk membangun bisnis.
Selama akhir 1970-an, bisnis orang2 jepang mulai meluas ke amerika serikat, dan banyak negara lain dan lebih banyak restoran sushi dibuka untuk melayani para pebisnis jepang yang tinggal di negara tersebut. Disamping ditawarkan kepada penduduk lokal, para koki sushi di amerika serikat mencoba keras memperkenalkan sushi kepada orang2 amerika. Akan tetapi sulit sekali untuk memaksa orang amerika untuk mencoba memakan ikan mentah. Kemudian, california roll ditemukan dan menjadikannya tren baru dalam hal ragam sushi. California roll adalah cara yang sempurna untuk memperkenalkan sushi kepada orang2 yang belum terbiasa dengan ikan mentah. Lagi lagi orang2 barat memulai memakan ikan mentah dan banyak adaptasi telah diciptakan terhadap sushi gaya edo guna menyatu dengan budaya barat.
Sejarah sushi sangatlah lama, dan hal yang menarik adalah bahwa sushi berevolusi melintasi waktu. Tanpa nasihat dan tanggapan para customer barat, akan sangatlah sulit bagi para koki sushi terdahulu di jepang guna menciptakan semua gaya baru sushi yang sekarang ini dibuat. Satu hal yang dianggap tabu dalam sushi gaya edo tradisional sebenarnya adalah keluar dari hal2 yang baik. Saat ini, tradisi sushi sudah menyebar ke seluruh dunia. Dan dalam hal ragam sushi. Atau tingkat sushi gaya amerika. Hal ini sudah berlangsung hampir 20 tahun dan mulai meningkat ( sebagai evolusi kuliner ), semenjak tidak adanya revolusi seperti california roll. Banyak roll baru tampak di sana sini tapi hanyalah perbedaan kombinasi dari bahan2 yang ada dengan nama2 yang diberikan kepadanya. Sushi gaya ragam atau sushi gaya amerika adalah lebih kepada sikap yang dipadukan terhadap sushi. Dan sekali lagi, telah terbukti sbagai hidangan evolusi. Akan sangat menarik untuk menunggu dan melihat apa yang akan muncul trend berikutnya dalam sushi.
Langganan:
Postingan (Atom)
