EDOMAE SUSHI

.
Sushi biasanya di kenal seluruh dunia saat ini merupakan kombinasi dari ikan mentah segar, dan nasi yang di bumbui dengan cuka. Bagaimanapun, ini hanyalah variasi tunggal dari beragamnya tipe sushi yang ada di jepang. Tipe sushi yang biasa ini merupakan hidangan masyarakat jepang yang lebih modern yang di kenal diciptakan oleh edo (sekarang Tokyo) daripada bisnis makanan cepat saji selama tahun 1820-an.

Sushi gaya edo merupakan sebuah prodak gaya edo yang terkenal, ketika semakin banyak para pembuat sushi di perbolehkan membangun bisnisnya sendiri. Makanan cepat saji yang terkenal lainnya semasa periode Edo (1603-1868) adalah edomae tempura, edomae soba, danedomae unagi. Masyarakat edo yang terkenal akan gaya hidupnya yang sibuk dan cenderung tidak sabar menjadikan banyak bisnis makanan cepat saji di sana menjadi sukses. Hidangan gaya Edo dikenal lebih asin dan lebih manis bila di bandingkan dengan hidangan lainnya di Jepang.

Sebagaimana tipe sushi lainnya, tipe sushi gaya edo memiliki banyak karakter yang unik yang seyogyanya telah tergantikan oleh ide-ide dan metoda gaya yang baru selama 2 abad berikutnya. Sebagimana penggabungan teknologi pendingin, sushi gaya edo tidak dapat menjadi yang special untuk kota yang tidak mempunyai pelabuhan nelayan (seperti Edo), dan menyebar keseluruh wilayah Jepang, dan seringkali menyebrang lautan. Sebenarnya, seluruh neta atau yang disebut bahan-bahan local berada di pesisir Tokyo, seperti tuna, tongkol, halibut, belut laut dan kerang; itulah alas an nama Edomae diberikan untuk sushi gaya ini. Begitupula sashimi atau ikan mentah yang telah di konsumsi berabad-abad. Ini merupakan pertamakalinya sashimi dikombinasikan dengan salah satu bahan makanan pokok masyarakat Jepang, nasi. Pada akhir-akhir ini ada banyak hambatan yang harus di hadapi dalam bagaimana cara menjual sushi di jalanan, semenjak ikan mentah cepat membusuk dan ikan tersebut hanya dapat di konsumsi ketika ikan baru saja di tangkap (ikan yang masih segar/fresh).
Semenjak sushi disiapkan dan dijual di jalanan dengan menggunakan stand yang tidak ada mesin pendinginnya waktu itu (dan es sangat mahal waktu itu), sushi membutuhkan waktu yang lama untuk terjual (kurang lebih satu porsi di sore hari). Akhirnya banyak bahan-bahan yang di awetkan dalam broth (belut laut, udang, dan kerang) dengan pengecualian tuna, tongkol, dan halibut, merupakan sangat riskan untuk menjaga tekstur ikan mentah tersebut agar tetap segar, jadi ikan-ikan tersebut di awetkan dengan saus soyu (metode zuke) untuk beberapa jam jadi ikan-ikan tersebut dapat terjaga kesegaran tekstur mentahnya yang mana sodium melindungi ikan dari pembusukan yang cepat. Ikan lainnya seperti gizzard shad dan mackerel di rendam dengan garam dan cuka karena ikan tersebut mempunyai bau amis yang sangat kuat dan itu dapat menghilangkannya. Di dalam nasi sushi cuka merupakan zat yang menjaga nasi dari pembusukan, tetapi cuka tersebut tidak merusak cita rasa bahan-bahan lainnya dengan baik. Semenjak itu, tidak semua sashimi di konsumsi dengan wasabi. Sebagai contoh, di Edo, mustard seringkali di gunakan untuk memakan sashimi tongkol segar gizzard shad cocok sekali dengan soga atau jahe parut, dan halibut rata-rata dikonsumsi hanya dengan garam atau vriasi saus dari soyu dan citrus. Sampai kapanpun, wasabi sering digunakan untuk pelengkap sushi gaya Edo, karena wasabi merupakan salah satu bahan yang anti bakteri.

Sushi gaya Edo terus berlanjut sampai hari ini sebagai tradisi tua yang mulai terpecah. Sushi gaya Edo selalu terfokus dan berkonsentrasi dalam bumbu hanya satu resep selama bertahun-thun. Kebudayaan tersebut berubah setelah gaya sushi fushion mulai terkenal di Amerika Serikat, dan sedikit demi sedikit meluas di seluruh dunia. Banyak resep yang dicampur dan diracik untuk menciptakan bumbu baru dalam sushi gaya fushion. Di Jepang, jenis baru dari sushi yang di sebut sosaku sushi atau sushi kreatif menjadi terkenal. Sushi kreatif masih terpusat pada satu bumbu, tetapi kadang-kadang menggunakan bumbu ke dua ( yang mana ini selalu di ambil bukan dari hidangan Jepang seperti caviar atau foes grass) dalam tingkat kecil untuk berbagai ukuran beberapa bumbu. Sushi edomae salah satu hidangan yang smpurna, di mana dapat di buktikan kehilangan khasnya.

0 komentar:

Posting Komentar